Pamekasan, ArahJatim.com – Proyek pemasangan Kastin(pembatas jalan) tiba – tiba menghilang pasca didemo oleh Perkumpulan Pemuda Pengawal Keadilan (P3K) pada tanggal 18 Juli 2022 kemaren, dan berleding sektor dari Kementerian PUPR Jawa Timur serta terlihat hanya sebagian disisi Utara atau depan gudang milik H. Miming, jl. Raya Jokotole – Pamekasan.
Perkara proyek pemasangan pembatas jalan (Kanstin) di Jl. Nasional Sampang – Pamekasan – Sumenep, tepatnya di Jl. Raya Asem Manis, Murtajih, Pademawu, Pamekasan yang sedang dikerjakan oleh PT. TRIJAYA ADYMIX itu kini sudah semakin jelas dan terbukti kalau realisasi terjadi banyak penyimpangan.
Basri selaku Ketua P3K sekaligus pihak yang menyeroti realisasi proyek abal-abal itu mengatakan, “Bahwa mulai saat ini sudah mengindikasikan proyek ini hanya kalau proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 25.520.622.540,00 itu sejak awal diduga memang sudah direncanakan dan untuk jadi lahan korupsi berjemaah.
“Karena kalau memang pekerjaan atau pelaksanaan proyek itu tidak salah atau tidak ada penyimpangan tidak mungkin dibongkar ulang, tapi diperbaiki. Logikanya seperti itu,” kata Basri kepada Pewarta Media ini, Kamis (22/07/2022).
Selebihnya tegas Basri yang sejatinya juga merupakan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Pamekasan itu, pihaknya kometmen akan membawa persoalan proyek itu ke Kementrian PUPR RI.
“Realisasi proyek itu bukan menggunakan uang pribadi pihak Satker dan PT. TRIJAYA ADYMIX. Tapi dana atau uang negara yang anggarannya sangat fantastis, tapi hasilnya kritis alias amburadul. Lihat nanti,” ujarnya.
Sementara itu, PPK 3.3 Provinsi Jawa timur belum ada yang bisa ditemui sampai berita ini ditayangkan. (Ndra)










