Uniska Jalin Kerjasama Dengan Kantor Pertanahan Kota Kediri

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Universitas Islam Kadiri Kota Kediri menjalin kerja sama dengan Kantor Pertanahan (BPN) Kota Kediri. Kerja sama diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Uniska dan Kantor Pertanahan Kota Kediri di Aula Kampus Jl. Sersan Suharmaji No.38, Manisrenggo, Kec. Kota Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur kamis (4/3/2021).

Pihak Uniska akan menyiapkan tenaga terutama dari kalangan mahasiswa untuk membantu BPN Kota Kediri dalam pengumpulan data pertanahan.

Penandatanganan dilakukan oleh Rektor Uniska Prof. Dr. H. Ali Maschan Moesa, M.Si dan Kepala Kantor BPN Kota Kediri Susilawati. Dalam acara tersebut, hadir sejumlah Wakil Rektor dan Direktur di lingkungan Uniska serta para pejabat di lingkungan Kantor BPN Kota Kediri.

Rektor Uniska Prof Dr. Ali Maschan Moesa, menjelaskan kerjasama antara Uniska dan Kantor BPN Kota Kediri dimaksudkan sebagai upaya pihak kampus untuk membantu BPN Kota Kediri dalam pengumpulan data-data terkait masalah pertanahan di Kota Kediri.

“Pagi ini Uniska menandatangi MoU dengan Kantor BPN Kota Kediri, sebagai konteks Uniska sebagai kampus untuk menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi dengan cara lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Didalamnya juga ada peningkatan pengajaran dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Pria yang juga mantan Ketua PWNU Jawa Timur itu.

Sedangkan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional, Kota Kediri, Susilawati, mengatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada Uniska yang telah bersedia bekerja sama dengan BPN terkait masalah pertanahan di Kota Kediri.

“Saat ini tanah-tanah di Kota Kediri sudah banyak disertifikatkan. Tapi ada tanah yang sudah diterbitkan sertifikat, namun tanah tersebut ternyata belum dipetakan. Nantinya adik-adik mahasiswa bisa membantu mengumpulkan data terkait tanah itu”kata Susilawati.

Menurut Susilawati, Kota Kediri itu terdiri dari 3 Kecamatan yaitu Mojoroto, Kota Kediri dan Pesantren. Sedangkan jumlah Kelurahan ada 46 Kelurahan.

Pada tahun 2017 sebanyak 3620 bidang sertifikat yang diselesaikan. Tahun 2018, sertifikat yang diselesaikan ada 1864 bidang, tahun 2019, ada 1383 bidang sertifikat dan tahun 2020 hanya 150 bidang sertifikat yang diselesaikan.

“Itu adalah yang kualitas 1, tetapi masih banyak PR terutama yang di kualitas 4, yaitu sertifikat yang sudah dinyatakan milik masyarakat, tapi belum pernah terdaftar atau belum dipetakan. Disinilah nanti BPN Kota Kediri memerlukan bantuan tenaga dari para mahasiswa untuk ke lapangan ikut membantu melakukan pemetaan-pemetaan”pungkas Susilawati.(das)