Usai Sertijab, Mas Bup : Untuk Melayani Bukan DiLayani

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – DPRD Kabupaten Kediri melaksanakan Rapat Paripurna serah terima jabatan Plh Bupati Dede Sujana diserahkan kepada Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa resmi ditetapkan sebagai pasangan hasil Pilkada Serentak Tahun 2020, Rabu malam (3/3/2021) pukul 19:30 WIB. Bertempat di Ruang Graha Sabha Canda Bhirawa Jalan Soekarno Hatta Ngasem Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua P. Simandjuntak, Forkopimda Kabupaten dan Kota Kediri, acara rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto.

Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto menyampaikan, atas nama DPRD Kabupaten Kediri mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Kediri yang sudah mensukseskan Pilkada tahun 2020.

Semoga Bupati dan Wakil Bupati Kediri terpilih bisa bersinergi dengan Pemprov dan Pemerintah Pusat dalam mewujudkan masyarakat yang bisa sejahtera dan bisa membawa perubahan Kabupaten Kediri menjadi lebih baik,” ucap Dodi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, menurut data KPU Jawa timur tingkat partisipatif masyarakat Kabupaten Kediri dalam Pilkada kemarin di atas 65 persen, artinya harapan mereka terhadap terpilihnya Bupati dan Wakil Bupati yang melakukan percepatan pembangunan di Kabupaten Kediri.

“Program pembangunan selingkar wilis dan beberapa proyek lain yang harus berpihak untuk kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Kediri,” ucap Khofifah.

Mas Bup panggilan Akrab Mas Dhito setelah dilantik Menjasi Bupati Kediri dalam sambutannya mengatakan dirinya menjadi bupati, semata-mata untuk melayani masyarakat, bukan sebaliknya untuk dilayani. Seperti yang dijanjikanya saat berkampanye, dirinya akan lebih sering berkantor di lapangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat di desa.

“Sesuai janji saya, setiap hari Jum’at akan mengajak masyarakat untuk “Ngopi” (Ngobrol dan Solusi) di Pendapa Kabupaten, maka hari Jum’at besuk ini akan menjadi agenda Ngopi yang pertama. Namun karena dalam kondisi pandemi Covid-19, maka jumlah masyarakat yang hadir akan kita batasi, dan harus menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Seusai paripurna, Mas Bup Dhito dikonfirmasi terkait 100 hari program kerjanya mengatakan, saat ini semua kepala daerah pasti akan fokus untuk penanganan Covid-19.

“Kabupaten Kediri sekarang ini masuk zona orange, maka tugas saya bersama Mbak Dewi untuk menggeser ke zona kuning, syukur-syukur menjadi zona hijau,” jelasnya.

Lebih lanjut Mas Bup menambahkan memasuki program 100 hari kerja bersama Mbak Dewi yang pasti hampir semua kepala daerah fokus dulu terhadap covid-19, karena Kabupaten Kediri masih zona orange, maka saya dan Mbak Dewi program 100 hari kerja bisa menggeser ke zona kuning , dan syukur-syukur bisa masuk ke zona hijau.

Disusul akan membangkitkan perekonomian masyarakat, karena banyak PKL dan pelaku UMKM Kab Kediri mengeluh karena omset sangat turun drastis. Mas Dhito akan mulai pembangunan perekonomian dengan cara diskusi dengan koperasi dan UMK untuk memberikan pendampingan dan dipandu dengan baik dan izin PIRT dipercepat.

“Kemudian, Bagian investasi harus bersinergi bagian perizinan untuk memudah izin usaha agar tidak terlalu lama sehingga memudahkan investor masuk di Kabupaten Kediri,” ucapnya.

Ditanya terkait untuk sekolah kapan mulai dilakukan belajar tatap muka. Mas Dhito akan melihat dulu jumlah vaksin yang sudah masuk di Kabupaten Kediri sekitar 2.400 vaksin. Sementara kebutuhannya untuk tenaga medis sebanyak 6.000 lebih.

“Karena yang diprioritaskan vaksin untuk tenaga medis dan orang-orang yang berkontak langsung dengan banyak orang. Jika nanti vaksin sudah dilakukan pendistribusian kepada tenaga pengajar, maka sekolah bisa melakukan belajar tatap muka bisa dimulai, karena kecenderung anak – anak sulit tertular covid-19, “terangnya.

Sebentar lagi, Kabupaten Kediri akan memasuki ulang tahun. Apa yang akan ada di Anugerah di masa pandemi ini sekarang. Mas Dhito mengoreksi, kalau pameran tidak ada, tapi melakukan Selamatan dan syukuran kita lakukan.

“Kita masih mengkaji sejauh ini pendopo Kabupaten Kediri belum punya nama. Kalau memang dimungkinkan pada Hari Jadi Kabupaten Kediri kita akan memberi nama ‘Pendopo Kabupaten,” jelas Mas Dhito.(das)