Lumajang, ArahJatim.com – Universitas Jember (Unej) dan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember resmi menarik seluruh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif dari Kabupaten Lumajang. Langkah ini diambil buntut insiden pencurian sepeda motor yang menimpa mahasiswa di posko KKN.
Penarikan pertama dilakukan oleh Unej setelah salah satu mahasiswa atas nama Thoriq (23) menjadi korban pencurian motor di Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso.
Sehari kemudian, UIN KHAS Jember juga mengambil keputusan serupa. Sebab Mahasiswanya atas nama Ika Wahyu turut menjadi korban pencurian.
Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN KHAS Jember, Zaini, mengatakan penarikan mahasiswa bertujuan memastikan keamanan selama pelaksanaan KKN.
“Kami menarik mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso, untuk memberikan keamanan bagi mahasiswa kami,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Keputusan Unej untuk menghentikan seluruh kegiatan KKN di Lumajang semakin bulat setelah kasus pencurian kembali terjadi di posko mahasiswa. Kali ini, dua unit sepeda motor milik mahasiswa aktif Unej raib dibawa kabur pelaku di Rumah Kepala Desa Tempeh Tengah yang menjadi posko KKN.
“Terkait dua kejadian pencurian yang menimpa mahasiswa ini, keputusan kita adalah menarik semua mahasiswa se-Kabupaten Lumajang,” tegas Ali, perwakilan Unej.
KKN Kolaboratif di Lumajang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Unej dan UIN KHAS Jember. Program ini seharusnya berlangsung hingga akhir Agustus 2025, namun dihentikan lebih awal akibat maraknya aksi pencurian yang mengancam keselamatan peserta.
Penulis : Rokhmad











