Kediri, ArahJatim.com – Sebuah momentum bersejarah tercipta di Bukit Daun Hotel and Resort, Kediri, Sabtu (9/5/2026). Organisasi Yakuza Maneges resmi dideklarasikan sebagai wadah transformasi bagi individu yang ingin berbenah diri, atau yang akrab disut sebutan “Santri Jalur Kiri”.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk inisiator Yakusa Maneges Gus Thuba (Thuba Topo Broto Maneges), Walikota Kediri Vinanda Prameswati, serta tokoh kepolisian AKBP Edy Herwiyanto.
Filosofi Yakuza Maneges: Dari ‘Kotor’ Menuju ‘Zuhur Abadi’
Gus Thuba, yang merupakan cucu dari ulama karismatik KH Hamim Djazuli (Gus Miek), menegaskan bahwa Yakusa Maneges bukanlah organisasi kriminal meskipun menggunakan nama yang identik dengan kelompok tertentu di Jepang.
”Yakusa Maneges lahir sebagai sarana perubahan. Kami mengelola filosofi di mana identitas petarung ditransformasikan menjadi semangat spiritual dan kemanusiaan,” ujar Gus Thuba dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa organisasi ini merupakan rumah bagi mereka yang merasa tersesat atau berada di “jalan biru”. Di bawah naungan Majelis Sema’at Al-Quran dan Dzikrul Ghofilin, Yakusa Maneges mengedepankan nilai bahwa tidak ada manusia yang terlahir buruk secara permanen selama ada niat untuk kembali ke jalan yang benar.
Visi Misi: Penjaga yang Lemah dan Penegak Keadilan
Dengan slogan ikonik “Gas Tanpa Ampun”, Gus Thuba menekankan bahwa organisasi ini bersifat militan namun tetap bergerak dalam koridor hukum.
- Visi: Penjaga yang lemah, pembela yang benar, dan pembenah yang salah.
- Misi: Kemanusiaan, keadilan sosial, dan merangkul masyarakat awam lintas agama.
- Metode: Mengedepankan Restorative Justice dalam menyelesaikan masalah sosial dan hukum di masyarakat.
”Kami bukan organisasi yang berseberangan dengan negara. Kami hadir untuk berjalan bersama aparat penegak hukum,” tegas Gus Thuba.
Dukungan Pemerintah Kota Kediri: Mewujudkan Kota ‘Mapan’
Walikota Kediri, Vinanda Prameswati, memberikan apresiasi tinggi atas lahirnya Yakusa Maneges. Menurutnya, semangat yang dibawa Gus Thuba sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kediri yang ingin menjadi kota yang Aman, Agamis, Produktif, dan Nyaman (Mapan).
”Gus Thuba melahirkan ‘Yakusa’ yang berbeda. Semangatnya adalah mewarisi perjuangan Almarhum Gus Miek, bahwa orang yang paling jauh dari kebaikan pun berhak dirangkul, bukan ditinggalkan,” tutur Vinanda. Ia berharap Yakusa Maneges dapat berkolaborasi dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Kediri Raya.
Pesan Tegas AKBP Edy Herwiyanto: Lawan Kedzaliman
Senada dengan hal tersebut, AKBP Edy Herwiyanto yang turut hadir memberikan dukungan penuh. Ia mengaku tergetar dengan niat mulia Gus Thuba dalam membela masyarakat yang termarginalkan.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Edy juga menyampaikan pesan moral yang kuat terkait integritas. “Jika ada penyalahgunaan wewenang, siapapun pelakunya, harus ditindak. Mari kita bersama-sama bersatu memberantas kedzaliman melalui wadah ini,” tegasnya.
Deklarasi ini ditutup dengan semangat kebersamaan dari seluruh perwakilan tim eksekutif Yakusa Maneges yang hadir dari berbagai wilayah seperti Madiun, Surabaya, Sidoarjo, hingga Trenggalek. Kehadiran organisasi ini diharapkan menjadi oase baru bagi penegakan keadilan sosial yang berbasis pada nilai spiritual di Jawa Timur.










