Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya Mojokerto Mulai Lakukan Ekskavasi Di Situs Candi Gedog

by -
https://live.staticflickr.com/65535/48868799408_37e9b13ccb_b.jpg

Blitar, ArahJatim.com – Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto melakukan ekskavasi penyelamatan di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Selasa (8/10/2019). Ekskavasi ini semakin menguatkan keberadaan Candi Gedog di wilayah tersebut.

Sebanyak 7 orang tim BPCB melakukan penggalian di dua titik. Titik pertama berada di sisi utara pematang sawah warga ditemukan struktur bata menyerupai anak tangga.

“Indikasinya anak tangga, masih asumsi awal karena reruntuhannya tidak lebar, ada pasangan bata yang disusun tidak utuh. Di bawahnya ada dua lapis yang menyatu masih membentuk struktur,” ujar Nugroho Harjo Lukito ketua tim ekskavasi di Gedog dari BPCB Mojokerto.

Baca Juga :

Titik kedua penggalian berada di saluran irigasi sebelah selatan punden Joko Pangon. Arkeolog menemukan batu bata yang terstruktur diduga bagian tepi dari Candi Gedog. Struktur yang ditemukan di kedalaman tanah sekitar 1 meter itu, mengarah ke punden yang berada di utara saluran irigasi.

“Ini sudah jelas, memperkuat kami, di sini adalah kompleks percandian. Kami akan kejar ke arah barat untuk mencari sudut ke arah utara. Nanti akan mengetahui luasan candi ini berapa,” jelas Nugroho.

Nugroho menduga, Candi Gedog itu satu masa dengan Kerajaan Majapahit. Namun, mereka berharap menemukan uang keping cina yang menentukan masa candi tersebut difungsikan.

“Dari ukuran batu batanya satu masa dengan Majapahit. Ukurannya tidak terlalu lebar, hanya panjang 34 sampai 35 centimeter, lebarnya 20 sampai 22 centimeter, dan tebal 4 sampai 6 centimeter,” jelas Nugroho. (mua)