Tak Cuma Pasar Murah, PDIP Kediri Rangkul Anak Muda Lewat Turnamen E-Sport di Bulan Bung Karno

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri tampak berbeda dari biasanya pada Minggu (21/6/2026). Di tengah hilir mudik warga yang sedang berolahraga, ratusan masyarakat justru tampak berkerumun dengan antusias di area bakti sosial yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kediri.

​Kegiatan kemasyarakatan ini diinisiasi sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Bulan Bung Karno. Tidak sekadar seremoni, partai berlogo banteng moncong putih ini hadir membawa aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari layanan kesehatan gratis, donor darah, hingga pasar sembako murah.

​Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melalui Sekretaris DPC, Dodi Purwanto, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud nyata dari instruksi ideologis partai untuk selalu berada di tengah-tengah rakyat.

pasang iklan_rev3

​”Ini adalah komitmen kami untuk terus turun ke bawah, mendengarkan, dan membantu memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat saat ini,” ujar Dodi di sela-sela kegiatan.

​Sembako Murah untuk Dongkrak Daya Beli Warga

​Di tengah situasi ekonomi yang dinilai sedang menantang, kehadiran pasar murah ini bak angin segar bagi emak-emak dan warga Kediri yang datang ke kawasan CFD SLG. Panitia menyediakan berbagai kebutuhan pokok (sembako) dengan harga yang jauh di bawah pasar.

​Adapun komoditas pangan yang diserbu warga antara lain:

  • Beras kemasan 5 kg: Dijual seharga Rp57.000.
  • Telur ayam: Dijual Rp20.000 per kilogram.
  • Minyak goreng kemasan 2 liter: Dibanderol Rp28.000.
  • Gula pasir: Dijual hanya Rp14.000 per kilogram.

​”Semoga dengan adanya pasar murah dan baksos ini, kami bisa sedikit meringankan beban dapur masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja,” tambah Dodi penuh harap.

​Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat

​Dodi menjelaskan, seluruh kader banteng di Kabupaten Kediri bergerak selaras dengan ajaran fundamental Sang Proklamator, Bung Karno. Bagi PDI Perjuangan, berpolitik bukanlah urusan elektoral semata, melainkan bagaimana hadir di setiap detak jantung kehidupan rakyat.

​”Sesuai konsep ajaran Bung Karno, kader harus bisa menangis dan tertawa bersama rakyat. Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa partai tidak berjarak dengan masyarakat,” tegasnya.

​Pendekatan humanis ini mendapat respons yang luar biasa. Berdasarkan data panitia, tercatat ada sekitar 160 orang yang memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis untuk memantau kondisi fisik mereka secara cuma-cuma.

​Sementara itu, pada aksi kemanusiaan donor darah, antusiasme warga juga tergolong tinggi. Dari total 71 orang yang mendaftarkan diri, sebanyak 50 orang dinyatakan lolos skrining medis dan berhasil mendonorkan darahnya untuk membantu stok darah di Kediri.

​”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan dan partisipasi luar biasa dari seluruh masyarakat Kabupaten Kediri yang telah meramaikan agenda ini,” pungkas Dodi.

​Wadah Kreativitas Gen Z Lewat Turnamen E-Sport

​Rangkaian penghormatan terhadap Bulan Bung Karno di Kabupaten Kediri tidak berhenti di CFD Simpang Lima Gumul saja. Menjelang siang hari, kemeriahan bergeser ke Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri.

​Di sana, giliran anak-anak muda dan kaum milenial hingga Gen Z yang mengambil panggung melalui gelaran turnamen e-sport. Langkah ini sengaja diambil partai sebagai ruang positif bagi generasi muda Kediri untuk mengasah kreativitas dan sportivitas di era digital, sekaligus mengenalkan nilai-nilai nasionalisme dengan cara yang modern dan menyenangkan. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.