Sungai Kalilo Meluap, Ratusan Rumah di Banyuwangi Terendam Banjir

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49640496082_4a0f54faff_b.jpg

Banyuwangi, Arahjatim.com – Ratusan rumah warga di beberapa Kelurahan di Banyuwangi terendam banjir setelah diguyur hujan lebat hampir empat jam lamanya, Senin (9/3/2020) sore. Banjir terparah terjadi di dua kelurahan yaitu Kelurahan Tukang Kayu, Lingkungan Lebak dan Kelurahan Kepatihan, Lingkungan Kampung Ujung yang berdekatan dengan sungai Kalilo.

Ketinggian air banjir yang menggenangi rumah warga mencapai satu meter lebih. Bahkan satu rumah warga di Lingkungan Lebak nyaris tenggelam akibat derasnya luapan air sungai Kalilo. Sejumlah warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam rumah.

“Air mulai menggenang sejak pukul 13.00 WIB, tingginya sekitar satu meter lebih. Ada 50 rumah lebih yang tergenang banjir. Banjir kali ini yang terparah. Banjir ini karena hujannya lebat hampir empat jam, sungai Kalilo juga meluap ke sini. Ini rumah saya hampir tenggelam. Saya gak sempat menyelamatkan barang-barang. Ya sudah saya biarkan saja,” kata Supri warga Lingkungan Lebak Kelurahan Tukang Kayu.

Supri menambahkan, sebelumnya memang sering terjadi banjir. Namun genangannya hanya setinggi lutut orang dewasa.

“Banjir kali ini paling parah. Biasanya hanya air setinggi lutut. Tapi airnya gampang surut. Gak sampai dua jam air langsung surut,” tambah Supri.

Kondisi serupa juga terjadi di Kelurahan Kepatihan, Lingkungan Kampung Ujung. Sekitar 60 rumah warga yang berada di bantaran sungai Kalilo juga tergenang banjir dengan ketinggian mencapai 80-100 centimeter. Sejumlah warga yang rumahnya tergenang banjir terlihat menyelamatkan sejumlah barang berharga seperti dokumen dan barang elektronik.

Namun, lantaran tidak ada tempat untuk menyelamatkan barang-barang berharga miliknya seperti televisi dan kulkas, terpaksa barang tersebut dibiarkan terendam air di dalam rumah.

“Biasanya banjir tidak seperti ini mas. Dulu beberapa tahun lalu memang pernah terjadi banjir, tapi tidak seperti ini. Tadi sampat panik saat air mulai masuk rumah. Barang-barang langsung saya selamatkan, tapi karena tidak ada tempat, akhirnya saya biarkan. Hanya dokumen penting saja yang saya simpan di atas almari,” ucap Prabowo, salah seorang warga di Lingkungam Kampung Ujung.

Selain itu, hujan dengan intensitas yang cukup tinggi dan lama, juga membuat beberapa ruas jalan di Kota Banyuwangi tergenang air. Seperti di depan Kantor Pemkab Banyuwangi, Jalan MT Haryono, Jalan Gajah Mada hingga Jalan Sukowidi. Namun demikian setelah hujan reda air berangsur surut.

Kepala Pelaksana BPPD Banyuwangi Fajar Suasana mengatakan terdapat empat lokasi di wilayah kota yang mengalami banjir. Di antaranya Lingkungan Krajan Utara Lebak Kelurahan Tukang Kayu, Lingkungan Kampung Ujung Kelurahan Kepatihan, Lingkungan Wonosari, dan Lingkungan Kempon. Namun, tiga lokasi airnya sudah surut.

Hingga malam ini sejumlah anggota, TNI/Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih berusaha membantu warga untuk mengurangi genangan air. Selain itu tim berkeliling ke rumah warga yang masih tergenang air sekaligus melakukan pendataan.

“Ini masih ada satu lokasi masih ada genangan air, di lingkungan Kampung Ujung. Petugas masih terus melakukan penyedotan air. Mudah-mudahan malam ini airnya surut. Kami juga gotong-royong membersihkan perkampungan dari kotoran yang terbawa luapan air banjir. Tim masih terus berkerja dan memantau di lokasi banjir” ujar Fajar Suasana. (ful)