Warga Dibantu Personel TNI/Polri dan BPBD Lakukan Bersih-Bersih

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49643114187_8e1d5bf6a1_b.jpg

Banyuwangi, Arahjatim.com – Setelah diterjang banjir setinggi satu meter lebih akibat meluapnya Sungai Kalilo di pusat kota Banyuwangi, warga dan petugas gabungan melakukan pembersihan sisa-sisa banjir, Selasa (10/3/2020) pagi. Secara bergotong-royong warga mengeluarkan seluruh perabotan rumah yang basah ke jalan-jalan perkampungan untuk dijemur agar bisa digunakan lagi.

Seperti di Lingkungan Sirodilagan dan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan. Perkampungan yang berdekatan dengan bantaran sungai Kalilo tersebut menjadi daerah yang cukup parah terdampak luapan banjir.

Akibat musibah tersebut, aktivitas warga di lingkungan menjadi terganggu. Anak-anak yang seharusnya bersekolah terpaksa harus meliburkan diri karena baju sekolah basah. Sementara itu, meski banjir sudah surut, warga masih khawatir terjadi banjir susulan jika hujan lebat kembali mengguyur.

Baca juga:

“Ini kan masih musim hujan, kita masih khawatir ada banjir lagi kalau hujan lebat kembali terjadi. Harapan kami pemerintah segera melakukan normalisasi sungai atau melakukan penambahan tanggul agar sungai Kalilo tidak meluber ke pemukiman saat banjir,’ kata Rohim, warga setempat.

Sementara itu, petugas gabungan TNI/ Polri dan BPBD melakukan pengerukan tanah yang dangkal di beberapa titik aliran sungai Kalilo dengan cara manual. Penanganan dilakukan agar saat volume air sungai meningkat tidak sampai meluber menggenangi rumah warga.

Petugas juga memberikan layanan kesehatan dan pemberian obat gratis kepada masyarakat yang terdampak banjir. Sebab banyak masyarakat yang mengalami penyakit gatal-gatal setelah rumahnya terendam banjir.

“Kami dari TNI/Polri selain membantu ikut membersihkan rumah juga memberikan layanan kesehatan gratis dari Dokpol, karena banyak warga yang mengalami gatal-gatal,” jelas Kompol Sumartono, Kabag Ops Polresta Banyuwangi saat melakukan pembersihan di Lingkungan Kampung Ujung, Selasa pagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir luapan sungai Kalilo merendam ratusan rumah di dua Kelurahan di pusat kota Banyuwangi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, ada sekitar 110 rumah warga yang terdampak banjir dengan rincian 60 rumah di wilayah Kelurahan Kepatihan, sedangkan 50 rumah lainnya di wilayah Kelurahan Tukang Kayu. Banjir terjadi, selain karena intensitas hujan yang cukup tinggi, juga disebabkan aliran sungai Kalilo yang bermuara di perairan Selat Bali mengalami pendangkalan.

“Setelah kita lihat di lapangan, memang di beberapa titik perlu ada yang diperbaiki, termasuk normalisasi sungai karena banyak sedimentasi tanah maupun rumput-rumput liar dan sampah. Kita akan koordinasikan dengan Dinas PU Pengairan dan Dinas PU Bina Marga untuk segera melakukan pengerukan,” ujar Sih Wahyudi, Asisten Pemkab Banyuwangi. (ful)