Tulungagung, Arahjatim.com – Sebagai lembaga profesional, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI ) kabupaten Tulungagung, berkewajiban melakukan proses terus belajar dan belajar.
Hal itu ,seperti yang dilakukan 15 anggota PWI Tulungagung , Jumat,25/26- 10/2024, telah melakukan Study Referensi, ke sejumlah daerah di Jawa tengah dan Jogyakarta. Diambilnya keputusan untuk menuju ke daerah tersebut,karena dua pertimbangan.
Pertimbangan pertama , di daerah Surakarta, atau Solo, karena di daerah tersebut merupakan daerah cikal bakal perkembangan pers Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan mengunjungi musium pers, yang sekaligus silaturahmi dengan pengurus PWI Solo Raya.
Ada banyak hal yang bisa diambil dari kunjungan itu. Selain mengetahui sejarah perkembangan dunia pers, dan komunikasi mulai jaman purba, sampai masa penjajahan, dan periode periode lanjutan , yang semuanya bisa diketahui secara rill oleh masyarakat, termasuk profesi kewartawanan.
Ketua PWI Tulungagung , Wiweko DM, kepada media Arahjatim.com, mengaku kegiatan ini adalah hal positif yang harus dilakukan secara konsisten.
” Sebagai lembaga profesional jurnalistik, proses terus belajar dan belajar adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh insan pers. Untuk tujuan Solo, adalah bagaimana menggugah jiwa patriotisme jurnalis, karena dikota tersebut perkembangan dunia pers berawal. Dimusium.pers inilah sebagian bukti kalau hal itu terjadi. Barang barang komunikasi, mulai dari kentongan, koran cetak masa lalu, sampai pemancar radio, ada di musium tersebut “, ungkap ketua PWI Tulungagung.
Sementara kegiatan Study Referensi yang dilakukan PWI Tulungagung, mendapat sambutan hangat dari pengurus PWI Surakarta/Solo raya. Bahkan kegiatan ini mendapat Apresiasi, yang bagus.
Kedatangan PWI Tulungagung, disambut langsung Ketua Dewan Kehormatan PWI Surakarta, Andjar Hari Wartono, Sekretaris Asep Abdullah Rowi serta Bendahara PWI Surakarta, Dwi Puspitaningrum.
Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul yang saat itu tidak bisa memenuhi karena ada agenda luar yang tidak bisa ditinggalkan, melalui sekretarisnya , menyatakan mengacungi jempol atas kegiatan PWI Tulungagung, yang membawa 15 anggotanya, untuk turn langsung belajar menyikapi perkembangan dunia pers, ke daerah daerah luar Tulungagung.
” Ini adalah kegiatan positif, yang dilakukan, oleh PWI .Dengan begini selain proses pembelajaran, dan membangun jiwa pers, pola seperti ini adalah proses bagaimana keberlangsungan pers bisa terjaga sesuai dengan era perkembangan masa “, papar Mas Asep.
Menambahkan apa yang diungkapkan sekretaris PWI Surakarta, tokoh tua , sekaligus ketua dewan kehormatan Anjar HW juga mengapresiasi upaya PWI Tulungagung kali ini.
” Luar biasa, ini adalah langkah cerdas yang harus dilakukan, dengan melakukan study referensi, wartawan bisa mendapatkan sisi sisi lain dan trik trik yang berkembang di dunia pers. Kalau sekarang pola pers itu sudah cepat berubah penyajianya, wartawan sudah bisa melakukan langkah langkah kerja , dan tentunya disesuaikan dengan jamanya. Kini pola media sosial lewat HP juga sudah menjadi kenyataan, maka wartawan juga tidak boleh ketinggalan terkait hal itu, papar ” pak Lik, sapaan akrab ketua dewan kehormatan pers Solo raya.
Acara diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama di halaman musium pers Surakarta, dengan latar belakang gedung bersejarah, sejak jaman Belanda itu. ( don1).










