Sokong Pendidikan Kader, Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo Bagikan Beasiswa S1 dan S2 di Kediri

oleh -
oleh

​Dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Gus Qowim, kolaborasi alumni IPNU-IPPNU ini dinilai sebagai wujud nyata kaderisasi yang tak pernah putus.

Kediri, ArahJatim.com – Komitmen nyata terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) terus digulirkan oleh berbagai pihak. Salah satunya ditunjukkan oleh Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo yang baru saja menggelar agenda silaturahmi, pertemuan kader, sekaligus penyerahan beasiswa pendidikan bagi kader muda NU, Ahad (28/6/2026).

​Bantuan pendidikan ini secara khusus disalurkan kepada para kader yang aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

pasang iklan_rev3

​Dalam skema beasiswa kali ini, pihak yayasan memberikan bantuan dana pendidikan kepada satu mahasiswa jenjang Pascasarjana (S2) sebesar Rp2.500.000. Selain itu, dukungan juga diberikan kepada lima mahasiswa jenjang Sarjana (S1) dengan nominal masing-masing sebesar Rp2.000.000.

​Gus Qowim: Pendidikan Menjadi Jalan Mengangkat Derajat

​Kegiatan ini turut dihadiri dan mendapat apresiasi mendalam dari Wakil Wali Kota Kediri, KH. Qowimuddin, atau yang akrab disapa Gus Qowim. Sebagai sosok yang pernah menjadi pembina IPNU dan IPPNU, Gus Qowim mengaku bangga melihat kepedulian para alumni yang bergerak mandiri menghimpun dukungan untuk adik-adik ideologis mereka.

​Menurut Gus Qowim, inisiatif ini adalah bukti sahih bahwa ruh kaderisasi di tubuh NU tidak pernah mati. Hubungan antara senior dan junior tidak berhenti begitu saja setelah selesai berorganisasi, melainkan bertransformasi menjadi kepedulian nyata demi menyokong masa depan generasi berikutnya.

​”Alhamdulillah, teman-teman yang dulu kami bina sekarang sudah banyak diterima di tengah masyarakat. Mereka memiliki kepedulian tinggi, kemudian berinisiatif memberikan beasiswa kepada adik-adiknya agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Gus Qowim dengan nada bangga.

​Lebih lanjut, Gus Qowim menekankan pentingnya menuntut ilmu setinggi mungkin. Bagi beliau, pendidikan adalah instrumen utama yang menjadi jalan untuk mengangkat derajat seseorang, baik di mata agama maupun sosial. Beliau berharap, para penerima beasiswa kelak mampu mengembalikan kemanfaatan yang mereka terima kepada Nahdlatul Ulama, masyarakat luas, serta daerah tempat mereka mengabdi.

​Merawat Kader, Berinvestasi untuk Masa Depan NU

​Program beasiswa ini memang bukan sekadar bantuan finansial musiman. Langkah Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo ini memposisikan diri sebagai ruang pemberdayaan yang dampaknya bisa dirasakan langsung, lahir dari rahim kepedulian kader-kader NU yang rindu untuk terus berkontribusi bagi kemajuan organisasi dan umat.

​“Kami berasal dari rahim kader NU, sehingga kami memiliki tanggung jawab moral untuk turut menyiapkan generasi penerus yang unggul, berilmu, dan berdaya saing,” ungkap perwakilan pengurus yayasan.

​Ia menambahkan bahwa investasi terbaik bagi masa depan jam’iyyah adalah dengan mengawal pendidikan para kadernya.

​”Beasiswa ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi merupakan investasi untuk masa depan kader NU agar semakin banyak lahir pemimpin, akademisi, profesional, dan penggerak masyarakat yang berakar kuat pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” imbuhnya penuh harap.

​Ikhtiar Membangun Ekosistem Kaderisasi Berkelanjutan

​Menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks, Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo berkomitmen untuk tidak tinggal diam. Ke depan, mereka akan terus merancang dan mengembangkan berbagai program inovatif di bidang sosial dan pendidikan agar kader-kader NU mampu hadir memberikan solusi konkret di tengah masyarakat.

​Lewat sinergi yang manis antara yayasan, alumni, dan restu dari para tokoh seperti Gus Qowim, program beasiswa IPNU dan IPPNU ini diharapkan menjadi pemantik semangat kolektif. Dengan terbukanya peluang emas menempuh pendidikan tinggi, generasi muda NU siap bertransformasi menjadi motor penggerak yang memberikan kontribusi terbaiknya, baik bagi agama, bangsa, hingga kemanusiaan universal. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.