Jember, ArahJatim.com – Universitas Jember melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) resmi memperkuat kolaborasi strategis dengan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) guna menggarap potensi besar lahan non-rawa di Kabupaten Jember. Sinergi ini diwujudkan melalui pelaksanaan perencanaan teknis Survey, Investigation, and Design (SID) Optimasi Lahan Non-Rawa 2026 yang digelar di Auditorium Soedjarwo UNEJ.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari pada 5-6 Mei 2026 ini menghadirkan sedikitnya 115 perwakilan kelompok tani (Poktan) yang berasal dari 15 kecamatan di wilayah Kabupaten Jember. Agenda ini hadir sebagai jawaban nyata atas tantangan pengelolaan lahan non-rawa yang selama ini belum tergarap maksimal. Dengan memadukan keahlian akademis, dukungan kebijakan pusat, serta implementasi daerah, program ini diproyeksikan menjadi motor penggerak baru bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal.
Kepala LPPM Universitas Jember, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., menegaskan bahwa keterlibatan UNEJ dalam proyek ini merupakan perwujudan visi kampus sebagai pusat inovasi pertanian industrial berkelanjutan.
“Kami diberikan amanah dalam perancangan teknis SID optimasi lahan non-rawa ini. Tindak lanjutnya adalah pelaksanaan teknis yang terus berevolusi sesuai kebutuhan di lapangan. Sebagai kampus dengan reputasi dan tanggung jawab besar di sektor pangan, UNEJ berkomitmen mendukung sektor pertanian berbasis riset,” ujar Prof. Yuli.
Ia juga menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini ada pada keberlanjutannya. “Saya berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tapi juga berlanjut pada implementasi nyata yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan,” tambahnya.
Gayung bersambut, perwakilan dari Ditjen LIP, Fadli Yafas, S.Hut., M.Sc., menjelaskan bahwa perencanaan teknis SID 2026 adalah langkah krusial untuk memberikan panduan bagi pemerintah daerah dan kelompok tani.
“Kami bersama Universitas Jember mempersiapkan pendanaan dan dokumen perencanaan pada program ini dengan tujuan mengoptimalkan lahan non-rawa di Kabupaten Jember. Harapannya, para petani dapat mengelola lahan tersebut dengan baik dan bijaksana sesuai prosedur,” ungkap Fadli.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Pertanian Dinas TPHP Jember, Mochammad Kosim yang mewakili Kepala Dinas TPHP memastikan bahwa pihaknya akan menjadi garda terdepan dalam mengeksekusi rekomendasi teknis yang dihasilkan oleh tim ahli.
“Kami hadir sebagai mitra aktif dan pelaksana di garis terdepan. Kami memastikan hasil kajian ini tidak berhenti di atas kertas. Setiap rekomendasi teknis yang dihasilkan dari kegiatan SID ini akan kami kawal sungguh-sungguh, mulai dari perencanaan hingga evaluasi di lapangan,” tegasnya.
Kolaborasi segitiga antara akademisi (UNEJ), pemerintah pusat (Ditjen LIP), dan pemerintah daerah (Dinas TPHP) ini diharapkan menjadi blueprint nasional dalam upaya optimasi lahan tidur menjadi lahan produktif yang berkelanjutan. (nur)







