Simulasi Nasional Pilkada Serentak

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – KPU RI menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara di 4 daerah yang berbeda. Selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat, KPU RI juga meluncurkan aplikasi sistem informasi rekapitulasi atau Sirekap, untuk menimalisir kontak fisik dan kesalahan dalam penghitungan surat suara, (31/10).

Simulasi pemungutan suara ini digelar oleh KPU RI di halaman kantor KPU Kabupaten Kediri. Karena digelar di masa pendemi Corona, protokol kesehatan menjadi aspek yang paling diperhatikan dalam sumulasi kali ini. Setiap warga yang hendak menyalurkan hak suara, terlebih dahulu harus cuci tangan dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh, pembatasan jumlah pemilih juga diterapkan demi mencegah terjadinya kerumunan.

Warga juga diwajibkan untuk menggunakan sarung tangan selama proses pencoblosan. Tidak hanya penerapan protokol kesehatan yang ketat, KPU RI juga menggelar simulasi penghitungan surat suara menggunakan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi, atau Sirekap.

Arief Budiman, Ketua KPU RI mengatakan, aplikasi tersebut sengaja diterapkan KPU RI di masa pendemi Corona saat ini untuk meminimalisasi kontak fisik. Selain itu, sistem Sirekap juga dinilai lebih cepat dan efisien sehingga diharapkan mampu meminimalisir kesalahan penghitungan. Sirekap sendiri merupakan sistem aplikasi yang berguna untuk membaca dan mengonversi data rekapitulasi. Data dikonversi dari bentuk fisik, yakni formulir C-1 plano menjadi data elektronik.

“Pada pemilu kali ini ada yang berbeda, yakni penggunaan Sirekap, atau aplikasi yang fungsinya untuk mengonversi data rekapitulasi,” ucapnya.

Selain di Kabupaten Kediri, KPU RI juga menggelar sumulasi di 3 daerah yang berbeda. Nantinya hasil simulasi ini akan manjadi bahan evaluasi sebelum pelaksanaan Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020. (Kominfo)