Kediri, ArahJatim.com – Setelah melalui proses panjang dan berliku Hari Jadi NKRI berhasil disepakati oleh berbagai komunitas untuk kemudian akan diusulkan kepada Predisen Joko Widodo.
Inilah hasil rapat yang digelar oleh berbagai komunitas di Rumah Masa Kecil Preaiden Soekarno Ds Pojok Kec. Wates Kabupaten Kediri. Semalam Senin malam Selasa 01 Agustus 2022.
Tahun ini semua bersepakat bulat bahwa 18 Agutus 1945 yang selama ini dikenal sebagai Hari Konstitusi, sekaligus disepakati sekaligus sebagai hari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia atau Hari Jadi NKRI.
“Iya benar semalam kita bersepakat dan bulat 18 Agustus 1945 adalah Hari Jadi NKRI. Bukan 17, karena 17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Jadi baru tahun ini kita bersepakat bulat. Hasilnya nanti akan kita sampaikan kepada Bapak Presiden Jokowi,” terang Ari Hakim salah satu peserta musyawarah asal Kampung Ingris ParePare, Selasa, 02 Agustus 2022
Liku-liku hingga ahkirnya menyepakati Hari Jadi NKRI ini memerlukan proses panjang dan cukup melelahkan, berulang kali musyawarah dan pertemuan.
“Prosesnya ini panjang, diskusinya lama sejak 2013 hingga ahirnya semua bisa menerima dan tidak ada satupun yang menolak 18 Agutus sepakat kita peringati sebagai Hari Jadi NKRI,” tambah Lukito Sudiarto moderator musyawarah.
“Awal-awalnya ada yang menolak, lama-lama tidak menolak, tapi abstain. Terus, kami tidak putus asa berusaha, dan baru semalam bulat semua sepakat menerima,” ujar Lukito .
Berdasarkan buku daftar hadir Lukito yang mengatakan rapat dihadiri dari berbagai lembaga dan komunitas diantaranya perwakilan PCTA Indonesia, Sanggar Kedirian, GKJW Segaran, DPD Orshid Kediri, DPD Opshid Kediri, JLPHS Kediri, Padepokan Patembayan Jawadipa, Rapi Lokal 6, Hakim LC, BTS 88, WAG Bhinneka Tunggal Ika, Komunitas Plentas Plentus dan lain-lain.
Apa urgensinya perlu ditetapkan Hari Jadi NKRI ini diantara hal yang menarik dibahas dalam musyawah yang diikuti dari berbagai komunitas ini.
“Kesepakatan 18 Agustus sebagai Hari Jadi NKRI ini adalah wujud kecintaan kami masyawarakat ini kepada negara RI,” kata Kushartono Ketua Harian Persada Soekarno Situs Ndalem Pojok Rumah Masa Kecil Soekarno Kediri.
Harapannya, tambah Kus, dengan ditetapkan atau disyukurinya Hari Jadi NKRI maka NKRI ini akan semakin kuat, NKRI akan abadi. Kita sama maklum didalam era modern, era dunia yang makin menglobal disegala aspek ini rentan mereduksi persatuan dan kesatuan nasisonal.
“Inilah urgensinya mengapa perlu disepakati adanya Hari Jadi NKRI. Jadi latar belakangnya adanya ancaman dari luar terhadap keutuhan NKRI, spiritnya adalah cinta NKRI, tujuannya adalah untuk bersyukur demi lebih memperkokoh NKRI,” terang Pria yang juga Ketua DPC PCTA Indonesia Kediri ini.
“Alasan terpenting mengapa Hari Jadi NKRI harus dimunculkan karena kaitanya dengan rasa syukur kita kepada Tuhan YME. Sebagai bangsa yang beriman dan percaya kepada Tuhan masalah syukur ini sangat prinsip. Sebab jika tidak bersyukur, kita kufur ini yang paling bahaya menurut kami,” terang Kus
Persada Soekrno Situs Ndalem Pojok sudah lima tahun ini, bersama elemen masyarat, lintas agama dan berbagai komunitas selalu menggelar doa bersama dan upacara dua dalam bulan Agustus. Tanggal 17 Agustus dalam rangka mensyukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan tanggal 18 Agustus mensyukuri berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.(das)












