Kediri, ArahJatim.com – Gerakan Satu Guru Satu Anak Tidak Sekolah, home visit intensif, serta program pencegahan putus sekolah pasca-PPDB menjadi tiga strategi jitu yang diusung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Langkah konkret ini diambil untuk menyisir sisa 6.160 anak yang belum kembali ke bangku sekolah sekaligus memastikan pemerataan kualitas pendidikan di Bumi Panjalu.
Target ambisius tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, M. Solikin, mewakili Bupati Hanindhito Himawan Pramana usai upacara peringatan Hardiknas dan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Halaman Belakang Pemkab Kediri, Senin (4/5/2026).
Fokus pada Kelompok Rentan Desil 1 dan 2
Pemerintah Kabupaten Kediri menaruh perhatian besar pada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2. Menurut Solikin, momentum Hardiknas tahun ini adalah tentang keberpihakan pada kelompok rentan agar mereka mendapatkan hak pendidikan yang layak tanpa terkecuali.
”Kita ingin memastikan kualitas pendidikan bisa semakin merata. Jangan sampai ada anak-anak kita yang tertinggal hanya karena kendala ekonomi,” ungkap Solikin.
Visi ini selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan berdaya saing global.
Progress Nyata: 5.390 Anak Berhasil Kembali ke Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, M. Muhsin, mengungkapkan bahwa kerja keras tim di lapangan mulai membuahkan hasil. Hingga 24 April 2026, tercatat ribuan anak telah berhasil diajak kembali mengenyam pendidikan.
”Alhamdulillah, per 24 April kemarin, anak-anak yang sudah bisa dikembalikan ke sekolah sebesar 5.390 anak,” jelas Muhsin.
Meski demikian, angka 6.160 anak yang masih berada di luar sistem sekolah menjadi tantangan besar yang akan mulai dieksekusi secara masif pada awal Juni mendatang, bertepatan dengan persiapan tahun ajaran baru.
Intervensi Total: Dari Beasiswa hingga Peralatan Sekolah
Agar angka Anak Tidak Sekolah (ATS) tidak kembali melonjak pasca Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Dinas Pendidikan telah menyiapkan skema dukungan total. Tidak hanya sekadar kembali ke sekolah, namun keberlangsungan belajar mereka akan dipantau secara ketat.
”Kami siapkan dukungan beasiswa maupun bantuan peralatan sekolah. Harapannya, angka ATS ini terus turun secara konsisten dan tidak naik lagi setelah musim PPDB seperti tahun-tahun sebelumnya,” tambah Muhsin.
Kolaborasi Lintas Sektor
Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Kediri menekankan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia yang membutuhkan sinergi kolektif. Pemkab Kediri mengajak seluruh jajaran Forkopimda, lembaga vertikal, pihak swasta, hingga komunitas masyarakat untuk bergotong-royong.
Sinergi ini bertujuan membangun Kabupaten Kediri yang berbudaya, religius, maju, dan berkelanjutan melalui penguatan karakter siswa di lingkungan belajar yang aman serta nyaman. (das)








