Sapi Kurban Presiden Prabowo Seharga Rp108 Juta dari Kediri, Ini Bocoran Perawatannya!

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Kabupaten Kediri kembali mendapat kehormatan besar menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Seekor sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI Prabowo Subianto berhasil dipilih dari salah satu peternak lokal di daerah ini. Sapi raksasa dengan bobot fantastis tersebut dibeli dengan harga mencapai Rp108 juta.

​Sapi kurban pilihan Presiden ini merupakan milik Kamalul Asfiyak (47), seorang peternak berpengalaman dari Desa Pule, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Rencananya, sapi istimewa tersebut akan diserahkan dan disembelih di Masjid Jami’ At-Taqwa, Desa Mojo, Kecamatan Mojo.

​Rahasia Perawatan Sapi Kurban Kepresidenan: Konsisten Beri Comboran

​Menghasilkan sapi dengan bobot luar biasa tentu bukan perkara mudah. Kamalul Asfiyak membeberkan rahasia perawatan intensif yang dilakukannya sehari-hari hingga sapinya dilirik oleh tim Sekretariat Presiden.

pasang iklan_rev3

​”Kuncinya ada pada pemberian pakan penguat atau comboran yang konsisten setiap hari,” ujar Kamalul saat ditemui di kandangnya, Selasa (26/5/2026).

​Kamalul menerapkan jadwal makan yang sangat disiplin bagi sapinya:

  • Pakan Hijauan: Diberikan tiga kali sehari, yaitu pada waktu pagi, sore, dan malam hari.
  • Pakan Comboran (Penguat): Berupa campuran ampas tahu, ampas telas, dan konsentrat. Pakan ini diberikan secara rutin setiap pagi (pukul 06.00 – 07.00 WIB) dan sore (pukul 15.00 – 16.00 WIB).

​Sapi yang terpilih ini merupakan jenis Limusin Cross—hasil persilangan antara ras Limusin dan Simental. Saat ini, sapi tersebut memiliki bobot sekitar 1.050 kilogram (1,05 ton).

​”Kulitnya masih kendor, artinya sapi ini masih memiliki potensi besar (prospek) untuk tumbuh lebih besar lagi hingga mencapai bobot 1,2 sampai 1,3 ton,” tambah Kamalul dengan nada bangga.

​Perjuangan Melawan PMK hingga Terpilih Jadi Sapi Presiden

​Perjalanan Kamalul dalam merawat sapi ini penuh lika-liku. Sebagai penerus usaha peternakan keluarga yang sudah berjalan puluhan tahun sejak zaman kakeknya, tantangan terberat yang dihadapi dalam beberapa tahun terakhir adalah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

​Kamalul menceritakan bahwa hampir seluruh isi kandangnya sempat terjangkit PMK pada tahun lalu. Sapi milik Presiden ini pun tidak luput dari infeksi, meski gejalanya tidak sampai parah.

​”Saat terkena, langsung kami ungsikan ke ruang isolasi khusus agar pemulihannya cepat dan pertumbuhannya tidak terganggu. Kalau PMK memang butuh perawatan ekstra intensif sampai satu bulan. Makan harus disuapi dan minum pun kadang dibantu,” kenangnya.

​Dari total empat kandidat sapi yang diseleksi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri sejak April lalu, sapi milik Kamalul menjadi satu-satunya yang bertahan karena tiga kandidat lainnya sudah laku terjual terlebih dahulu. Kamalul mengaku sangat bangga karena wilayah Kecamatan Kandat bisa mewakili Kabupaten Kediri untuk menyediakan sapi kurban bagi Presiden Prabowo.

​DKPP Kediri Pastikan Sapi Kurban Presiden Bebas Residu Medis dan Sah Secara Syariat

​Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Kediri, drh. Istar Abadi, M.Agr., menegaskan bahwa sapi kurban Presiden ini telah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat (pemeriksaan ante-mortem). Berdasarkan pemeriksaan fisik terbaru, sapi ini dinyatakan sangat sehat dan memenuhi segala syarat sah hewan kurban.

​”Gigi sapi sudah poel tiga pasang, menandakan sudah dewasa kelamin dan mencukupi syarat sah kurban. Kami juga memastikan tanda-tanda klinis penyakit menular seperti PMK hasilnya negatif,” jelas drh. Istar.

​Ia juga menambahkan bahwa sapi ini sudah bebas dari segala perlakuan medis atau pemberian obat-obatan sejak 14 hari yang lalu. Hal ini dilakukan demi menjamin kualitas daging yang aman dikonsumsi masyarakat.

​”Program vaksinasi dan pengobatan cacing sudah selesai jauh-jauh hari. Hari ini tidak ada perlakuan medis lagi dengan harapan karkas dan dagingnya nanti benar-benar bebas dari residu obat-obatan, sehingga sangat layak konsumsi,” tegasnya.

​Skema Distribusi dan Pengawasan Ketat Idul Adha di Kediri

​Sapi raksasa ini dijadwalkan akan didistribusikan ke Masjid Jami’ At-Taqwa Kecamatan Mojo sebelum pelaksanaan salat Idul Adha. Langkah ini diambil agar proses adaptasi sapi terhadap cuaca dan lingkungan baru berjalan lancar tanpa memicu stres. Pemotongan sendiri akan langsung dieksekusi setelah salat Id.

​Guna mengawal kelancaran ibadah kurban tahun ini, DKPP Kabupaten Kediri memobilisasi seluruh petugas di tiap kecamatan serta mendapat bantuan tambahan dari 24 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair).

​Tim gabungan ini akan disebar ke berbagai titik, dengan fokus utama di wilayah Puskeswan Purwoasri yang mencakup enam kecamatan, serta pos pemantauan di seluruh wilayah Kabupaten Kediri hingga hari Tasyrik berakhir. Secara umum, pihak dinas memastikan bahwa ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Kediri tahun ini aman dan sangat mencukupi. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.