Sambut Pemudik, Bupati Banyuwangi Cek Kesiapan Lonjakan Layanan Administrasi Kependudukan

by -
asi
Saat mengecek kesiapan jajarannya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengamati proses layanan administrasi secara mandiri (self service) oleh seorang warga di Kantor Desa Genteng Kulon, Genteng. (Foto: arahjatim.com/humaskabbwi/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Musim mudik Lebaran selalu diiringi dengan meningkatnya permohonan layanan administrasi dari para perantau yang pulang kampung. Untuk mengantisipasi membeludaknya permintaan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengecek kesiapan jajarannya.

“Pascalibur Lebaran ini, kita siagakan semua layanan administrasi publik. Mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga Mal Pelayanan Publik dan Pasar Pelayanan Publik,” ungkap Anas saat meninjau kesiapan pelayanan di Kantor Desa Genteng Kulon, Genteng.

“Pasti banyak pemudik yang mengurus dokumen, seperti mahasiswa di luar kota yang butuh surat-surat, atau pemudik yang mengurus surat pindah domisili, dan sebagainya. Semua tim harus siap,” imbuh Anas.

Beberapa kantor layanan, imbuh Anas, akan dibuka hingga malam. Hal tersebut sebagai pelayanan ekstra untuk melayani pemudik yang diburu waktu. Salah satu layanan yang dipersiapkan selama libur Lebaran adalah kesediaan blanko e-KTP. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi menyediakan 3.000 blanko e-KTP.

“Semoga blanko yang kami sediakan mencukupi. Sehingga e-KTP yang diproses bisa langsung dicetak,” harap Anas.

Dalam kunjungan ke Kantor Desa Genteng Kulon, Anas mengapresiasi inovasi yang sedang dikembangkan di salah satu desa program Smart Kampung tersebut. Yakni, pelayanan administrasi yang dilakukan secara mandiri (self service) berbasis teknologi informasi.

Baca juga:

“Di desa ini sudah self service. Masyarakat bisa mengurus langsung kebutuhan administrasi apa yang sedang dibutuhkan. Tinggal memasukkan data sesuai draft keperluan yang ada. Lalu, langsung cetak. Tinggal minta tanda tangan dan stempel,” papar Anas.

Layanan secara mandiri tersebut, diharapkan bisa semakin mengefektifkan pelayanan di tingkat desa.

“Jadi, tak perlu harus mengantre untuk dilayani oleh petugas. Masyarakat bisa mengurus sendiri. Lima menit sudah selesai,” ungkapnya.

Anas menambahkan, layanan mandiri dengan memanfaatkan teknologi informasi tersebut akan menjadi standarisasi baru dalam penerapan Smart Kampung.

“Inovasi Desa Genteng Kulon luar biasa. Ke depan ini akan diperluas ke desa lainnya dalam kerangka Smart Kampung,” ujar Anas.

Smart Kampung sendiri merupakan program dari Pemkab Banyuwangi untuk mendorong peningkatan mutu pelayanan pemerintah desa. Dengan berbagai indikator yang ditetapkan, desa dipacu untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Seperti halnya pelayanan yang menggunakan teknologi informasi dan lain sebagainya. (adv.hmskabbwi.ful)