Apresiasi Mal Pelayanan Publik Banyuwangi, Ini Harapan Menteri Susi

oleh -
oleh
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengapresiasi kehadiran pusat pelayanan administrasi publik Mal Pelayanan Publik Banyuwangi. (Foto: arahjatim.com/humaskbwi.ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengunjungi Banyuwangi selama lima hari, Selasa-Sabtu (2-6/4/2019). Salah satu yang dikunjungi adalah Mal Pelayanan Publik Banyuwangi. Susi pun mengapresiasi adanya pusat pelayanan administrasi publik tersebut.

Dalam kunjungannya selama lima hari, Selasa-Sabtu (2-6/4/2019) di Banyuwangi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyempatkan diri berkunjung ke Mal Pelayanan Publik Banyuwangi. Menteri Susi pun mengapresiasi adanya pusat pelayanan administrasi publik tersebut.

“Mal Pelayanan Publik ini luar biasa, ada 199 dokumen dan izin dilayani dalam satu ruangan. Sampai mau menikah disini juga bisa. Sangat memudahkan masyarakat,” ujarnya.

pasang iklan_rev3

Susi pun berharap agar perizinan kapal nelayan yang berada di kewenangan pemerintah provinsi bisa diakses di kabupaten.

Susi bercerita, saat menggelar dialog dengan nelayan di Pantai Muncar Banyuwangi kemarin, Kamis (4/4/2019) dirinya menerima keluhan dari sejumlah nelayan terkait izin kapal berbobot 10-30 GT yang kini menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Menurut nelayan tersebut, hal itu menjadi tidak efektif dan efisien.

“Mereka mengaku keberatan kalau harus mengurus ke provinsi karena dianggap tidak efektif, memakan waktu, dan biaya. Justru mereka minta diserahkan ke daerah lagi,” kata Susi.

Mengacu pada Peraturan Menteri KP nomor 23 tahun 2013 tentang pendaftaran dan penandaan kapal perikanan, Gubernur diberikan kewenangan melakukan pendaftaran kapal perikanan berukuran 10-30 GT yang ada di wilayahnya.

Dari situ, lanjut Susi, pihaknya meminta agar pemprov bisa berkolaborasi dengan daerah terkait pengeluaran izin tersebut.

“Karena pengalihan peraturan yang sekarang perizinannya dialihkan ke provinsi, barangkali gubernur bisa bekerja sama untuk menaruh personelnya di daerah guna membantu pengurusan perizinan kapal nelayan. Seperti di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi yang mengintegrasikan ratusan layanan ini,” ujarnya.

Mal Pelayanan Publik di Banyuwangi merupakan mal pertama di Indonesia yang didirikan kabupaten. Saat ini, mal tersebut mengintegrasikan 199 layanan perizinan dan dokumen. Mulai dari dokumen administrasi kependudukan, layanan perpajakan, imigrasi, pertanahan, hingga layanan kepolisian.

“Di Banyuwangi sudah ada mal pelayanan publik yang mengintegrasikan 199 layanan dokumen dan izin dalam dalam satu lokasi. Jadi soal izin kapal itu mungkin bisa langsung disatukan ke mal ini sehingga nelayan semakin mudah mengurus perizinannya karena lebih dekat,” ujar Susi.

Terkait hal tersebut, Bupati Abdullah Azwar Anas menyambut baik ide Menteri Susi.

“Mal ini dibuat untuk memudahkan pengurusan dokumen dan perizinan. Jika Bu Susi menginginkan izin kapal di provinsi untuk bisa bergabung di mal pelayanan publik ini, tentunya kami siap memfasilitasi,” kata Anas.

Dalam rangka mengkampanyekan gemar makan ikan di Pondok Pesantren Mabadiul Ikhsan Tegalsari dan Miftahul Ulum Wongsorejo, Menteri Susi mengajak ribuan santri makan ikan bersama. (Foto: arahjatim.com/humaskbwi.ful)

Menteri Susi berada di Banyuwangi selama lima hari dengan melakukan serangkaian agenda. Mulai dari membuka event Banyuwangi Underwater Festival, melakukan dialog dengan nelayan, mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis desa, hingga berlibur di Pulau Tabuhan Banyuwangi.

Tak ketinggalan, Menteri Susi juga melakukan kampanye gemar makan ikan di Pondok Pesantren Mabadiul Ikhsan Tegalsari dan Miftahul Ulum Wongsorejo. Dalam kesempatan itu, Menteri Susi mengajak ribuan santri makan ikan bersama. (*)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.