Tulungagung, Arahjatim.com – Sebuah peristiwa yang langka , yang terjadi di Tulungagung, Rabu,15/5/2024 sore. Ditengah informasi yang beredar di beberapa media sosial, ternyata setelah ditelusuri, dan “disanggong” beberapa media online, berita itu benar adanya. Peristiwa itu adalah hadirnya ” bintang ” di medsos yang terkenal dengan sebutan pesulap merah, benar benar hadir di kota Tulungagung .

Ketika bertemu di salah satu resto di pusat kota, ” pesulap merah”, ada mimik muka yang agak kaget, mengapa banyak media , termasuk media online Arahkatim.com sudah pada kumpul. Tetapi nampaknya dengan pola komunikasi yang sudah dimiliki pesulap merah, suasana mencair dan menjadi teman diskusi, yang menyenangkan.
Pesulap dengan nama asli Marcel Radhival ini, mengaku penasaran dengan nama besar Tulungagung yang ia sebut punya potensi yang besar. Sesuai dengan bidang intertin yang saat ini ditekuni, Tulungagung diyakini banyak diminati jika konten konten kreasinya itu bermuatan kearifan lokal yang edukatif.
” Waduuuh, terimakasih teman teman media, saya diterima sebagai bagian keluarga dan sahabat rekan rekan. Begini, saya memang tetap dalam rangka menggali dan terus menggali potensi potensi daerah, sebagai inspirasi saya dalam berkarya di bidang yang saya tekuni. Terus terang, kami harus terus menggali referensi dalam menghasilkan karya. Salah satu konten saya tetap bertujuan edukasi bagi masyarakat, agar masyarakat bisa berpikir positif, menyikapi kearifan kearifan lokal secara realistis, dan proporsionalitas “, ungkapnya mengawali dialog dengan beberapa pekerja media di Tulungagung.
Tidak lama berselang saat melakukan obrolan dengan pesulap merah, tokoh muda , Didik Girnoto Yekti ( DGY) yang saat ini menjabat sebagai kepala desa Tunggulsari, kecamatan Kedungwaru, datang dengan wajah ceria di antara obrolan itu. Tiba tiba pesulap merah bangkit dari duduknya , langsung menyalami dan berpelukan.
” Naah, ini sahabat lama saya datang, hari ini saya bisa bertemu. Rekan rekan media kaget ya , kalau ini adalah sahabat lama saya “, celetuknya yang disambut senyum khas DGY.
Usut punya usut, ternyata benar, keduanya sudah lama menjalin komunikasi, terkait konten kreatif si pesulap merah, yang cukup edukatif menurut DGY. Dari situlah awal persahabatan dua anak muda itu.
” Jujur, saya juga mengidolakan mas Marcel, yang sering di kenal dengan pesulap merah ini. Saya nggak tahu ya , warna yang dipilih beliau itu adalah warna favorit saya. Apa ini kode alam ya untuk saya?”, ungkap DGY menyambut moment pertemuan dua sahabat lama ini.
Setelah suasana cukup normal, DGY dan Pesulap Merah ikut nimbrung diantara media, tiba tiba pesulap merah menyindir, dengar dengar sahabatnya itu, akan ikut kompetisi dalam pilkada 2024 ini . Menyambung itu ,tiba tiba pesulap merah berkata menantang DGY.
” Hayo, sampeyan nanti kalau jadi pemimpin, mau dekat dan ikhlas apa tidak dengan rakyat sampeyan. Kalau tidak, bahaya Lo…..,” celetuk Marsel sambil tertawa.
Mendengar tantangan itu, DGY tidak kalah menimpali, dan juga balik menantang pesulap merah, dengan dialek khas kades Didik, atau DGY .
” Ya lah, saya juga balik memberi tantangan, kalau sampeyan sudah lama menjadi sahabat saya, sampeyan sanggup atau tidak sampeyan ikut bantu up, potensi potensi Tulungagung, dalam karya sampeyan ? ha…ha…ha ” timpalnya.
Acara lanjutan adalah terus mengobrol, terkait potensi daerah, baik pariwisata, budaya, serta ekonomi yang bisa dikembangkan kedepannya, termasuk potensi JLS bagi kehidupan ekonomi di Tulungagung. ( don1)











