Rekonstruksi Pembacokan Warga Berlatar Belakang Konflik Tambang Pasir

oleh -
Setelah diringkus Tim Cobra Polres Lumajang, Miskal, tersangka pelaku pembacokan berlatar pertambangan pasir menjalani rekonstruksi di TKP pada Kamis (7/2/2019). (Foto: ArahJatim.com/rokhmad)

Lumajang, ArahJatim.com – Setelah sempat buron, pelaku pembacokan warga yang menolak pertambangan pasir di Lumajang akhirnya berhasil diringkus Tim Cobra Polres setempat pada Kamis (7/2/2019). Polisi langsung menggelar rekonstruksi di lokasi kejadian yang berlangsung dramatis.

Miskal (54) warga Dusun Kajar Kuning, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro Lumajang langsung digelandang dengan pengawalan ketat. Setelah ditangkap di salah satu rumah rekannya di Jalan Wijaya Kusuma, Lumajang.

Untuk melengkapi berkas perkara, tim penyidik melakukan rekonstruksi di lokasi kejadian. Saat reka-adegan berlangsung, anak-anaknya menangis melihat sang ayah digelandang polisi.

Baca juga:

Sedikitnya, ada sekitar empat adegan yang diperagakan pelaku saat melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam pada korban. Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kesalahpahaman, tapi kalau kita lihat grand masalahnya tentang tambang pasir. Ada pembukaan izin tambang pasir baru di Pronojiwo dan jalurnya lewat sini, masyarakat tidak setuju karena jalannya kecil. Kemudian penambang melakukan komunikasi dengan warga, ada yang pro dan kontra,” jelas AKBP Muhammad Arsal Sahban, Kapolres Lumajang.

“Namun perkembanganya, ada warga yang setuju dengan berbagai pertimbangan kompensasi, namun ada pula yang tidak setuju karena akan menimbulkan gangguan baik debu dan macet. Ini yang kita urai agar tidak terjadi benturan konflik horizontal yang tidak diselesaikan secara komprehensif”, tambahnya. Diketahui pelaku adalah ketua rukun warga. Berbeda dengan hasil pemeriksaan keterangan sejumlah saksi dan korban, pelaku justru mengaku bahwa pembacokan tersebut dilatarbelakangi pertengkaran saja, pada saat hendak mencari rumput.

“Saya mau cari rumput, terus ketemu pak Holil (korban)”, sergah pelaku.

Selain melakukan rekonstruksi, polisi juga menutup akses jalan tersebut dari lalu lalang armada pasir agar konflik sosial di lokasi tak berujung pada bentrok antar warga. (rokhmad)