Ratusan Petani Dan Bandul Tembakau Geruduk Kantor DPRD Pamekasan

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/48314722216_41517fcb49_b.jpg
Unjuk rasa para petani dan bandul tembakau di kantor DPRD Pamekasan. Mereka menuntut agar harga tembakau tidak anjlok. (Foto: arahjatim.com/ndra)

Pamekasan, ArahJatim.com – Ratusan orang yang mengatasnamakan diri Paguyuban Petani dan Bandul Madura mendatangi kantor DPRD Pamekasan. Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi para petani yang menuntut agar harga tembakau tidak anjlok dan hancur terus-menerus seperti tahun-tahun lalu.

Mereka juga meminta keadilan supaya pemerintah lebih ketat mengawasi harga tembakau. Lebih ketat mengawasi gudang-gudang serta menegakkan peraturan daerah (perda), memberantas mafia-mafia, dan memperkuat tim pengawas.

“Terkait dengan demo ini ada beberapa aspirasi dari petani dan bandul kalau ada penetapan harga tembakau oleh Disperindag, dan rakyat minta masalah penimbangan lebih transparan. Kami juga minta dalam pengambilan sampel atau contoh tidak boleh lebih dari 1kg sesuai dengan undang-undang no. 4, tahun 2015, Pasal-17 ayat 2. Bahwa dalam pengambilan sampel tembakau tidak boleh lebih dari 1kg. Namun kenyataan dilapangan mencapai 3kg,” ujar Muhammad Munir, korlap aksi.

Kepala Satpol PP Ahmad Kusairi, mengucapkan terima kasih kepada para pendemo karena unjuk rasa berjalan tertib.

“Saya sangat berterima kasih banyak karena di dalam aksi demo berjalan dengan baik dan kami akan kawal secara langsung tentang semua penegakan Perda tentang tembakau dan kami akan menindak tegas semua pelanggaran yang ada sesuai Perda yang ada di Pamekasan,” ujar Kusairi.

Ketua Asosiasi pedagang dan petani tembakau Pamekasan, Samukra mengungkapkan siap menjembatani komunikasi antara para petani, pedagang tembakau dan pemerintah dalam permasalahan tembakau.

“Bahwa kami juga siap menjembatani para petani dan pedagang tembakau tentang semua permasalan dan keluh kesah yang ada kepada pemerintah dan pemilik gudang tembakau di pamekasan dikarenakan sesuai dengan amanat yang diberikan kepada saya,” ungkap Samukra.

Sementara, perwakilan dari Disperindag Pamekasan Imam Hidajad menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para petani dan pedagang tembakau untuk menyampaikan keluhannya.

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan teman-teman semua, bahwa penetapan harga tersebut adalah BEP( Bad Event Poin) atau harga terendah untuk menjadi tembakau jadi dan kami juga siap menindak semua penyelewengan yang ada sesuai laporan dan bukti-bukti yang ditunjukkan serta dilampirkan dalam laporan,” pungkas Imam. (Ndra)