Diduga Sering Disalahgunakan TKI Nonprosedural, Imigrasi Blitar Tangguhkan Ratusan Paspor

oleh -
blob:https://www.flickr.com/d29adcb4-821c-48d8-bae8-74e4893ee124
Pelayanan permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar dari bulan Januari-Desember tahun 2019 ini, menangguhkan 368 paspor karena dicurigai sebagai TKI nonprosedural.

“Penundaan ini kita lakukan karena rata-rata terindikasi bahwa paspor ini akan digunakan untuk TKI nonprosedural. Bahkan kantor Imigrasi kita masuk tiga besar se-Indonesia untuk penangguhan TKI nonprosedural,” terang Moh Akram saat rilis di kantornya Jumat (6/12/2019).

Ratusan pemohon yang paspornya ditangguhkan, diketahui saat prosesi wawancara. Mereka berbelit-belit dan mencurigakan saat ditanya petugas. Setelah itu oleh petugas imigrasi akan dilaporkan ke imigrasi pusat.

“Jadi saat proses wawancara kelihatan dari tingkah dan jawaban yang diucapkan pemohon. Kalau memang mencurigakan akan disalahgunakan, maka akan kita tangguhkan selama satu hingga dua tahun, dan menunggu keputusan dari imigrasi pusat,” tambah Akram.

Kantor imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar sendiri, dari bulan Januari sampai September sudah menerbitkan paspor sebanyak 23.721. Untuk perpanjangan Izin Tinggal Kunjungan (ITK) mulai Januar-Desember sebanyak 152 orang, penerbitan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) 143 dan Izin Tinggal Tetap (ITAP) sebanyak 9 orang.

Baca juga:

Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar juga sudah mendeportasi 12 warga negara asing (WNA). Kedua belas WNA ini dideportasi karena bermasalah soal izin tinggal atau overstay. Dan Kantor Imigrasi juga mengenakan denda terhadap satu WNA asal Thailand.

“Lima dari Bangladesh, tiga dari Malaysia, dua dari Jepang, satu dari Timor Leste dan satu lagi dari Lebanon. Sementara satu WNA asal Thailand kita kenakan denda karena oberstay selama 12 hari,” kata Akram.

Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar juga terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanannya terhadap masyarakat atau pemohon. Selain melakukan jemput bola, juga melakukan peningkatan pelayanan di kantor imigrasi.

“Memberikan paspor gratis kepada masyarakat yang menemukan calo di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar. Melakukan kerja sama dengan Kemenag terkait pelayanan paspor bagi calon jemaah haji, melalui pelayanan Sambang Haji dan menggelar inovasi ORISINIL (Ono Riwa-Riwi Imigrasi Ning Mall),” pungkas Akram. (mua)