Ratusan Anak Binaan LPKA Kota Blitar Menangis, Ada Apa?

oleh -
Isak tangis langsung pecah, saat anak-anak LPKA mulai membasuh kaki orang tua masing-masing pada acara family society gathering yang digelar LPKA Kota Blitar. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kota Blitar menggelar family society gathering di LPKA, Jalan Bali Kota Blitar. Dalam acara tersebut, anak-anak LPKA juga membasuh kaki orang tua masing-masing.

Isak tangis langsung pecah, saat anak-anak LPKA mulai membasuh kaki orang tuanya. Tidak hanya membasuh, anak-anak tersebut juga meminta maaf kepada orang-tua masing-masing, atas segala kesalahan yang telah mereka perbuat. Bahkan beberapa anak yang tak kuasa menahan keharuan, langsung memeluk ibunya dan menangis.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Jatim, Susy Susilawati mengatakan, acara membasuh kaki orang tua yang dilakukan anak binaan di LPKA Kelas I Blitar baru pertama kali dilakukan. Selain untuk memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan, kegiatan itu juga memberi kesempatan kepada anak-anak binaan untuk meminta maaf kepada orang tua masing-masing.

Menurutnya, inti dari acara ini bukan kegiatan anak membasuh kaki orang tuanya. Tetapi, lebih pada ketulusan anak meminta maaf kepada orang tua dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya setelah keluar dari LPKA.

“Kami ingin anak-anak ini meminta maaf secara tulus ke orang tua. Dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi setelah keluar dari LPKA,” jelasnya.

Sementara Kepala LPKA Kelas I Blitar, Kristiyanto Wiwoho menyatakan jumlah anak binaan di LPKA Blitar saat ini ada 188 anak. Sejumlah anak binaan itu berasal dari beberapa wilayah di Jatim. Anak penghuni LPKA paling banyak tersangkut masalah asusila.

“Sekitar 60 persen anak penghuni LPKA terlibat kasus asusila. Sisanya, kasus pencurian, pembunuhan, dan narkoba,” pungkas Susy. (mua)