Rangkian Hari Jadi Pemkab Kediri,Ke-1217, di Awali Dengan Istiqosah dan Doa Bersama

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Istiqosah dan Doa bersama dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kediri Ke 1217 tahun 2021 dengan tema Gregeting Taruno Hambangun Projo, Amusno Memala  Anggayuh Rahajo Ing Bumi Kediri bersama Mas Bup Dhito di pendopo Alun Alun Kediri, selasa (23/3/2021).

Usai Istiqosah dihadapan para awak media Mas Bup  mengatakan tema tersebut memiliki pembangun di tengah pandemi  bisa memberikan kesehatan kepada masyarakat, bisa memberikan kesejahteraan dan bisa menumbuhkan energi positif serta juga harus membasmi wabahnya.

“Jadi pembangunan harus tetap berlanjut, tapi tetap harus menekan angka pertumbuhan covid,” katanya.

Mas Bup Dhito menyampaikan, “Per hari ini Kabupaten Kediri sesuai dengan skor atau index Covid-19 ada di angka 2,39,  kalau kita sampai di angka 2,41 maka akan bergeser ke zona kuning.”

“Begitu bergeser ke zona kuning maka akan ada pertimbangan-pertimbangan khusus terutama di sektor pariwisata, yang sudah banyak sekali mengusulkan ke saya untuk sektor pariwisata ini segera dibuka kembali,” sambung Mas Bup Dhito.

“Karena terus terang, banyak sekali masyarakat Kabupaten Kediri yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata,” imbuhnya.

Diselenggarakannya Istighosah yang  dihadiri pimpinan satuan kerja (satker), berlangsung dengan protokol kesehatan (prokes) ketat, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Kediri ini, Mas Bup Dhito berharap membawa penuh berkah dan kebaikan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kediri.

“Saya berdoa bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kediri diberikan kesehatan, diberikan kebahagiaan, diberikan apa yang menjadi keinginannya,” ucap Mas Bup Dhito.

“Bagi saya dengan tema tersebut, saya minta semua pihak saling bahu-membahu, gotong-royong untuk menekan angka covid,” tuturnya.

“Karena terus terang setiap Jumat, program ngopi, ngobrol persoalan dan solusi dengan  masyarakat itu selalu bertanya, mas kapan boleh ada event, mas kapan PKL (Pedagang Kaki Lima) boleh berjualan, mas kapan tempat pariwisata bisa dibuka kembali,” kata Mas Bup Dhito.

“Saya harus katakan ini bisa beroperasi kembali kalau memang zonanya sudah bergeser ke kuning itu pun ini sedang saya kaji,” terangnya.

“sore kemarin saya diskusi dengan Pak Sekda (Sekretaris Daerah), kita kaji bagaimana caranya supaya tidak ada, kalau nantinya tempat wisata dibuka, tidak ada klaster-klaster baru,” pungkas Mas Bup Dhito. (das)