Puluhan Penyandang Disabilitas Ikuti Ujian Praktek SIM

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49529671957_2670982896_b.jpg
Salah seorang penyandang disabilitas saat mengikuti ujian teori untuk memperoleh SIM D. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Satlantas Polres Blitar menggelar ujian praktek bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Blitar. Ujian praktek Surat Izin Mengemudi (SIM) ini sebagai bentuk kepedulian terhadap para penyandang disabilitas. Puluhan penyandang disabilitas ini datang untuk mengurus SIM dengan mengendarai kendaraan yang sudah dimodifikasi sesuai kondisi fisik mereka.

Mereka datang berkelompok bersama teman-temannya dari Yayasan Kinasih Kecamatan Kesamben dan Yayasan Tunas Abadi, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Sama halnya dengan pemohon SIM biasa, para penyadang disabilitas ini juga harus melewati serangkaian tes teori dan praktek.

“Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memiliki SIM, sesuai dengan kondisi fisik dan kebutuhan mereka,” terang Kapolres Blitar AKBP Budi Hermanto melalui Kasat Lantas Polres Blitar AKP Yoppy Anggi Krisna, Kamis(13/2/2020).

AKP Yoppy menyatakan, pada dasarnya proses penerbitan SIM D khusus penyandang disabilitas, sama dengan proses penerbitan SIM biasa. Yang membedakan, adalah kendaraan uji praktek yakni kendaraan yang dimodifikasi disesuaikan untuk penyandang disabilitas. Seperti sepeda motor roda dua dimodifikasi menjadj roda tiga. Dengan merubah roda belakangnya, menjadi dua roda.

“Kendaraan yang dimodifikasi tersebut harus memenuhi standar keselamatan, SIM merupakan salah satu persyaratan dalam berkendara,” tegas AKP Yoppy.

AKP Yoppy menjelaskan untuk pemohon SIM D total sebanyak 37 orang, dari dua yayasan yang selama ini mewadahi mereka untuk dibina dan mendapatkan keterampilan. Setelah mengikuti serangkaian tes, mulai dari tes praktik dan tes teori sebanyak 19 orang dinyatakan lulus dan berhak memperoleh SIM D.

“Untuk diketahui, SIM D adalah SIM khusus bagi penyandang disabilitas. Selain SIM untuk pengemudi motor, penyandang disabilitas yang bisa mengendarai mobil juga bisa mengurus SIM D2,” pungkasnya. (mua)