Kediri (18/11) – Semangat menjaga lingkungan yang telah mendarah daging di Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri membawa mereka pada satu langkah penting: terpilih sebagai nominator peraih penghargaan Eco Pesantren dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur tahun 2025.
Ponpes Wali Barokah telah sukses melewati sesi verifikasi daring yang krusial pada Senin (17/11), memamerkan komitmen lingkungan yang disebut-sebut sudah menjadi “kebiasaan harian” para santri sejak lama.
Tiga Pilar Pondok: Kerapian, Kebersihan, Kedisiplinan
Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, Agung Riyanto, yang juga Ketua LDII Kota Kediri, menegaskan bahwa filosofi Eco Pesantren sudah selaras dengan nilai-nilai yang ditanamkan pendiri pondok.
”Sejak awal didirikan, pendiri pondok sudah menekankan kerapian, kebersihan, dan kedisiplinan. Kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan kebersihan sudah menjadi kebiasaan harian para santri, sehingga penerapan Eco Pesantren bukan hal baru bagi kami,” ujar Agung Riyanto.
Program Eco Pesantren di pondok ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh aktivitas dengan prinsip kelestarian, mulai dari pengelolaan sampah menuju zero waste, sanitasi sehat, hingga pemanfaatan lahan yang efektif dan berkelanjutan. Agung Riyanto berharap Ponpes Wali Barokah bisa meraih hasil terbaik dan menjadi percontohan bagi pesantren lain, sejalan dengan program LDII di Bidang Lingkungan Hidup.
10 Bidang Lingkungan dan Kemandirian Ekonomi Jadi Sorotan
Sekretaris Ponpes Wali Barokah, Daud Soleh, memaparkan kepada tim DLH Jatim bahwa total ada 10 bidang pengelolaan lingkungan yang diperiksa secara mendalam. Beberapa di antaranya meliputi:
- Pengelolaan Sampah: Tempat Pengolahan Sampah Sementara (TPS).
- Konservasi Air & Lahan: Biopori, area pembibitan tanaman, dan fasilitas resapan air.
- Fasilitas: Kebersihan kamar mandi, asrama, perpustakaan, dan kantin.
- Energi Terbarukan: Pemanfaatan energi listrik dengan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).
- Sanitasi: Pengelolaan limbah air dan sanitasi.
Tidak hanya aspek lingkungan, kemandirian ekonomi juga menjadi poin plus. Ponpes Wali Barokah memiliki unit usaha roti Alqomar Bakery yang melibatkan santri, sejalan dengan program andalan Provinsi Jawa Timur, yaitu One Pesantren One Product (OPOP).
Apresiasi Positif dari DLHKP Kota Kediri
Ridwan Salimin, Pengawas Lingkungan Hidup dari DLHKP Kota Kediri, turut mendampingi dan memberikan apresiasi tinggi.
”Pengolahan lingkungan benar-benar bersinergi, antara pengurus, guru, dan santri saling melakukan dan mendukung kebersihan lingkungan,” puji Ridwan. Ia menilai pengelolaan lingkungan di pondok ini sudah berjalan sangat baik, didukung oleh kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan dan kesadaran aktif dari para santri.
Sementara, Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, memuji Ponpes Wali Barokah atas pengelolaan lingkungan yang sangat baik. Hal ini didukung oleh sinergi antara semua pihak dan kesadaran aktif santri, seperti kebiasaan menata sandal dengan rapi tanpa pengawas. Indun berharap kebiasaan positif ini dapat menginspirasi lembaga pendidikan lain di Kota Kediri.
“Semoga Ponpes Wali Barokah dapat mengukir prestasi gemilang dan menginspirasi lebih banyak institusi pendidikan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” tutupnya.










