Polres Pamekasan Ungkap 6 Kasus Kejahatan dan Amankan 7 Tersangka

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49472684807_8642df6162_b.jpg
Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari bersama Kasat Resnarkoba, dan Kasubag Humas menunjukkan para tersangka dan sejumlah barang bukti saat rilis kasus di Gedung Bhayangkara, Mapolres Pamekasan, Polres Pamekasan, Sabtu (1/2/2020). (Foto: arahjatim.com/ndra)

Pamekasan, ArahJatim.com Bertempat di Gedung Bhayangkara, Mapolres Pamekasan, Polres Pamekasan, Sabtu 1 Februari 2020, merilis pengungkapan enam kasus kejahatan yang melibatkan tujuh orang tersangka. Dengan rincian, satu kasus penggelapan/penipuan. Satu kasus kepemilikan senpi ilegal dan sajam. Dan empat kasus lainnya adalah penyalahgunaan narkoba.

Dalam kasus penggelapan/penipuan, petugas menangkap Ahmad Budiyanto (31), yang beralamat di Jl. Dirgahayu 5 Kelurahan Bugih, Kabupaten Pamekasan. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan dua unit ponsel merek Vivo S1 Pro.

Dengan modus minta COD (cash on delivery) atau bayar di tempat, tersangka memesan ponsel dari gerai ponsel Imporcell. Tersangka berpura-pura membawa HP tersebut untuk ditunjukkan kepada keluarganya. Namun saat salah seorang pengantar mengecek ke rumah tersangka, ternyata barang tersebut dibawa kabur. Tersangka berhasil ditangkap di rumah orang tuanya di Jl. Cokroatmojo Kabupaten Pamekasan.

Tersangka dikenai pasal 372 KUHP tentang penggelapan atau pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Sementara tersangka Sahraton bin Dul Kadir (54), warga Dusun Bates Timur, Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan diamankan petugas kepolisian dalam kasus kepemilikan senpi (senjata api) ilegal dan sajam (senjata tajam). Dari tangan tersangka berhasil diamankan satu buah tas kain bewarna abu-abu berisi satu pucuk pistol jenis revolver beserta lima butir amunisinya, satu buah senjata tajam sepanjang 18 cm beserta sarungnya, dua plastik berwarna hitam dan satu unit sepeda motor.

Tersangka ditangkap petugas Satreskrim Polres Pamekasan ketika melintas di Jl. Raya Simpang Tiga Sotaber, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Senjata api tersebut dibeli tersangka dari Kramu seharga Rp 1 juta. Dan tersangka pemilik senpi sebelumnya sudah meninggal dunia tiga tahun lalu.

Tersangka dikenai pasal 1, ayat 1 dan pasal 2, ayat 2 UU Darurat No. 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup setinggi-tingginya 20 tahun.

Sedangkan dalam kasus penyalahgunaan narkoba, berhasil diungkap empat kasus dengan lima orang tersangka, terdiri dari dua orang pengguna dan tiga orang lainnya sebagai pengedar. Kelima tersangka tersebut masing-masing, Kholidur (21), warga Desa Tobungan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan dan Ach. Chairil (28), beralamat di Jl. Veteran Kabupaten Pamekasan. Kedua tersangka adalah pengguna. Sedangkan tiga orang pengedar adalah Kusnur Rahman (23), warga Desa Panangguan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Kemudian Heri Sugianto (30), warga Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. Dan terakhir adalah Edi Agus Pujianto (30), beralamat di Jl. Gatot Koco Kelurahan Kolpajung, Kabupaten Pamekasan.

Petugas kepolisian menangkap para tersangka di tempat dan waktu yang berbeda. Dari empat kasus dengan lima tersangka tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti 1,37 gram narkoba jenis sabu. Para tersangka dijerat pasal 112 (1) sub 114 (1) jo 127 UU No. 35 Tahun  2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun hingga seumur hidup. (ndra)