Tulungagung, ArahJatim.com – Hari ini Rabu, 22/3/2022, masyarakat sekitar sungai Brantas, mulai dari wilayah Malang sampai Kediri seperti pesta di pinggir sungai untuk mencari ” ikan mabuk “, karena proses penggelontoran air di bendungan Karangkates dan bendungan di wilayah Lodoyo Blitar.
Penggelontoran yang sebenarnya proses pembersihan residu sungai, itu bertujuan agar tidak terjadi pendangkalan. Dalam proses ini akibatnya terjadi arus yang bercampur residu lumpur, yang mengakibatkan ikan- ikan sepertinya mengalami mabuk, sehingga sepanjang sungai itu banyak ikan yang mengalami ” mabuk”, akibat arus dan residu. Itulah yang disebut masyarakat sebagai pladu.
Dalam catatan Arahjatim.com sudah hampir 2 tahun lebih, sungai Brantas tidak pernah digelontor, informasinya karena situasi pandemi.
Dalam kondisi Pladu, selalu mengundang masyarakat daerah lain untuk berburu ikan, Sudaryanto, salah seorang pencari ikan dari kecamatan Gondang, mengaku mengakomodir puluhan temannya , berangkat dengan pickup, ke aliran sungai Brantas di wilayah Ngantru.
” Ya mas benar hari ini saya dapat info, ada penggelontoran, dan 12 orang teman kami semua berangkat dengan menyewa roda empat. Khan sudah dua tahun tidak ada pladu, makanya kami hari ini kami cari rezeki. Tahun lalu kalau satu musim pladu, kami biasa dapat satu karung, berbagai jenis ikan, mudah mudahan, hari ini lebih, ha ha ha …”, Ungkapnya.
Sementara Kapolres Tulungagung, melalui Kapolsek Ngantru, AKP Puji Widodo, juga membenarkan adanaya pladu yang biasanya banyak mengakibatkan berkumpulnya banyak orang dari berbagai daerah. Kami harapkan tetap jaga kewaspadaan, terutama kendaraan masing masing.
” Betul hari ini sepanjang Brantas di wilayah kami ada pladu, kami juga tetap menyiagakan petugas, untuk mewaspadai adanya orang yang tidak bertanggung jawap, memanfaatkan situasi, seperti pencurian motor, para pencari ikan , yang terlanjur asik mencari ikan, tapi lupa menjaga barang barangnya”, ucapnya singkat.(dni)












