Tulungagung, ArahJatim.com – Kembali aktifnya kegiatan Piramida Polres Tulungagung, membuat pekerja media senang. Hal ini karena selain sebagai sarana silaturahmi secara berkala, agenda ini bisa digunakan sebagai komunikasi duabarah, antara media dan institusi polisi, khususnya di lingkup Polres Tulungagung. Hal ini tergambar dari kegiatan Piramida Kamis, 7/9/2023. Bertepat di Hall milik polres, suasana terbangun harmonis.
Kapolres Tulungagung, AKBP Teuku Arsya Khadafi, SH, SIK, M.Si, mengakui itu. Didampingi PJU Polres Tulungagung, bersama puluhan awak media yang tergabung dalam Pokja Polres Tulungagung, tampak akrab dalam ramah tamah yang bertempat di Gedung Sarja Arya Racana Polres Tulungagung.
” Maaf rekan rekan, sebenarnya hal seperti ini sudah lama kami rencanakan, tetapi masih banyaknya tugas kami selaku pejabat baru di lingkup Polres Tulungagung, baru kali ini kita bisa bersilatuhami” ungkap mantan Kapolres Probolinggo ini.
Seperti agenda agenda sebelumnya, dalam Piramida, kegiatan saling komunikasi dan sinergitas, agenda Kamis ,7/9/2023 ini juga dilakukan tanya jawab antara kapolres dan pekerja media.
Dalam sambutan sebelumnya, Kapolres menyatakan, agenda ini mengingatkan agar semua unsur, bisa saling bersinergi membuat kondusifitas daerah, karena hal ini dianggap penting dalam suasana kehidupan dan sosial masyarakat.
Ketika dalam sesi tanya jawap, beberapa pertanyaan dari media, langsung dijawap oleh Kapolres dengan suasana keakraban. Beberapa hal untuk yang mengemuka, media tetap menginginkan adanya kemudahan dalam melakukan konfirmasi materi berita. Dua Satuan yang masih perlu ditingkatkan responbilitinya,antara lain satuan Lalu Lintas, dan satuan Reskrim. Selain itu materi lain, adalah keinginan masyarakat agar dipermudah dalam mengurus pengambilan BPKB baru. Dalam kepemimpinan baru, hendaknya ada terobosan memangkas prosedur dan biaya.
Fakta dilapangan, untuk mengambil BPKB baru bagi her 5 tahunan, pemilik surat harus mengeluarkan biaya tambahan antara 9 sampai 10 ribu perorang. Biaya itu untuk pembelian satu stopmap dan satu lembar foto kopi, serta ongkos parkir dilokasi. Padahal kalau masyarakat pengadakan sendiri, cukup dua ribu rupiah, untuk satu lembar foto copy dan satu buah map.
Menyikapi masukan seperti itu, Kapolres berjanji akan mempelajari dan melakukan koordinasi, sehingga nanti akan dihasilkan kebijakan, intinya mempermudah layanan, terutama yang ada sangkut pautnya dengan masalah uang. (dni)










