Kediri, ArahJatim.com – Suasana tenang di awal pekan Kabupaten Kediri mendadak berubah menjadi kepanikan. Dua peristiwa kebakaran hebat melanda dua lokasi berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan pada Senin (13/7/2026) pagi. Amukan si jago merah menghanguskan sedikitnya 8 hektar lahan tebu siap panen di Kecamatan Tarokan, serta sebuah rumah di Kecamatan Kras. Akibat dua insiden ini, total kerugian material diperkirakan menembus angka hampir satu miliar rupiah.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, membenarkan terjadinya dua musibah beruntun tersebut. Pihaknya memastikan bahwa seluruh personel dari Bidang Pencegahan Kebakaran langsung dikerahkan secara maksimal begitu menerima laporan guna meminimalisir dampak kerusakan yang lebih luas.
Lahan Tebu 8 Hektar di Tarokan Jadi Arang Akibat Pembakaran Daduk
Petaka pertama bermula dari hembusan angin kencang di RT 05 RW 06 Dusun Gebangkerep Kulon, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan. Sekitar pukul 09.20 WIB, seorang warga bernama Gufron dikejutkan oleh kepulan asap hitam yang membumbung tinggi dari area perkebunan tebu. Sadar bahaya mengancam, ia segera menghubungi Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol.
Menerima laporan darurat tersebut, armada pemadam langsung meluncur dalam hitungan menit. Petugas tiba di lokasi pada pukul 09.28 WIB. Namun, kombinasi cuaca terik dan tiupan angin kencang membuat api berkembang sangat cepat. Si jago merah dengan beringas melalap tanaman tebu milik H. Ibrahim dan Yuli Harianto yang sebenarnya tinggal menunggu waktu untuk dipanen.
Berdasarkan investigasi awal di lapangan, api diduga kuat berasal dari aktivitas warga yang membakar sisa daun tebu kering (daduk). Sayangnya, pembakaran tersebut lepas dari pengawasan dan langsung merembet secara liar ke area tanaman tebu yang belum dipanen. Luas lahan yang hangus menjadi arang diperkirakan mencapai ±8 hektar, dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp 780.000.000.
Perjuangan Fisik Petugas: ‘Gepyokan’ Tradisional di Medan Sulit
Medan perkebunan yang luas dan sulit dijangkau kendaraan roda empat memaksa 7 personel Damkar Pos Grogol memutar otak. Selain menyemprotkan air dari dua armada andalan—kapasitas 5.000 liter (AG 8156 EP) dan 4.000 liter (B 9374 LQ)—petugas bersama warga bahu-membahu melakukan metode ‘gepyokan’ (memukul api dengan ranting/alat khusus) serta penyekatan manual secara tradisional. Langkah berani ini diambil untuk mengisolasi api pada titik-titik yang tidak terjangkau oleh selang air.
Berkat kegigihan dan kerja keras menerobos pekatnya asap selama hampir empat jam, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya pada pukul 13.05 WIB sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Rumah Kosong di Kras Hangus, Harta Benda Senilai Rp 50 Juta Diselamatkan
Belum usai penanganan di wilayah barat sungai, laporan kebakaran lain masuk ke Pos Ngadiluwih sekitar pukul 08.52 WIB. Kali ini, sebuah rumah milik Bapak Sutoyo di RT 05 RW 01, Dusun Jambean, Desa Jambean, Kecamatan Kras, dilaporkan sedang diamuk api.
Menurut kesaksian tetangga, api pertama kali terlihat menjalar dari area gudang rumah. Saat kejadian, rumah tersebut dalam keadaan kosong karena ditinggal pergi oleh penghuninya. Sifat gudang yang dipenuhi barang mudah terbakar—seperti kasur busa, ban bekas, hingga suku cadang kendaraan—membuat api berkobar dengan cepat hingga menjilat ke bangunan utama.
Sembilan personel Damkar Pos Ngadiluwih dengan sigap menjinakkan api menggunakan 1 unit armada berkapasitas 2.500 liter. Meskipun bangunan rumah mengalami kerusakan parah dengan taksiran kerugian Rp 250.000.000, respon cepat petugas berhasil memblokir pergerakan api sehingga harta benda bernilai Rp 50.000.000 berhasil diselamatkan dari kehancuran total. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran rumah tersebut masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian setempat.
Damkar Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Dari kedua insiden besar yang terjadi di Tarokan maupun Kras, Satpol PP Kabupaten Kediri memastikan tidak ada korban jiwa, baik luka ringan, luka berat, maupun meninggal dunia.
Kaleb Untung Satrio Wicaksono memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang bertugas tanpa lelah, serta masyarakat yang responsif memberikan informasi awal.
”Sinergi yang cepat antara warga dan petugas membuat penanganan berjalan optimal di lapangan. Kami juga mengimbau keras kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau daduk tanpa pengawasan ketat, terlebih di tengah kondisi cuaca panas dan berangin seperti sekarang,” pungkas Kaleb.











