Pamekasan, Arahjatim.com – Produk asal madura dari sektor kebutuhan bahan pokok sehari-hari, minyak goreng lokal bermerk Moris tidak lagi hanya di pasarkan secara lokal atau satu desa, namun sekarang sudah mulai merambah keluar daerah dan sudah mampu bersaing di pasar luar daerah.
Minyak goreng Moris merupakan hasil dari produksi lokal yang di naungi oleh CV Athalla Group. Minyak goreng yang dibuat dari bahan berkualitas dan mengandung vitamin A yang aman untuk dikonsumsi oleh semua kalangan baik sekala rumah tangga maupun usaha kuliner.
Direktur CV Athalla Group H.Hairul Umam mengatakan, Moris lahir dari keyakinan bahwa produk lokal harus berani keluar dari zona nyaman karena kualitas dan bahan harus menjadi kunci utama agar bisa bersaing dengan merek besar yang sudah lama ada di pasaran.
”Produk lokal tidak boleh takut bersaing atau minder, sebab selama ada kualitas yang dijaga dan harga mampu bersaing di pasaran maka otomatis akan diterima oleh pasar”,tegas H. Umam. Rabu(04/02/2026)
Pabrik minyak goreng yang berada di kawasan pedesaan ini mampu menciptakan lapangan kerja baru. Pabrik minyak goreng Moris yang beralamat di Dusun Dulang, Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan.
“Proses produksi dilakukan secara maraton dan berkelanjutan dengan memperhatikan standar kebersihan dan mutu.Dari sisi legalitas tidak perlu diragukan lagi karena telah mengantongi ijin resmi, jadi produk ini aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas dan sudah siap masuk ke pasar modern”,ucapnya.
“Kami memasarkan produk minyak goreng ini dalam berbagai ukuran, mulai 250 mililiter hingga 5 liter. Varian ini menyasar kebutuhan rumah tangga hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama sektor kuliner. Perlu diketahui juga terkait harga Minyak Goreng Moris sangatlah terjangkau, yakni Rp.150 ribu perkarton serta besar ke inginan kami agar produk lokal tetap kompetitif di tengah fluktuasi harga minyak goreng nasional. Minyak goreng Moris telah tersedia di sejumlah toko dan swalayanwilayah Madura, jawa timur Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Kota Timika, Papua Tengah. Meski diPulau Garam masih menjadi pangsa pasar terbesar untuk produk minyak goreng Moris. Wilayah ini menjadi basis utama pertumbuhan sekaligus penguatan ekonomi lokal”,pungkasnya.
”Usaha minyak goreng Moris ini, sudah sekitar dua tahun lalu namun permintaan terus meningkat seiring tumbuhnya kepercayaan konsumen. Kalau produk lokal terus didukung, dampaknya bukan hanya ke usaha, tapi juga ke sektor perekonomi Madura. Semoga ada lebih banyak produk-produk lokal lainnya yang bisa bersaing di pasar nasional,” imbuhnya. (ndra)











