Pemuda Kampung Sulap Sungai Irigasi Menjadi Tempat Instagramable

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Di sudut Desa Kayen Kidul Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri, terdapat sebuah sungai kecil yang dulunya difungsikan untuk irigasi pertanian. Namun di tangan para pemuda desa, sungai tersebut kini disulap menjadi sebuah tempat yang menarik dan instagramable.

Hanya bermodalkan semangat dan tekad untuk memajukan perekonomian warga, para pemuda bergotong royong membangun satu persatu tempat di pinggiran Sungai Jegles. Dengan menggunakan bambu yang didapat dari lokasi pula, pertama kali mereka membuat sebuah warung berukuran 4 meter persegi. Di warung ini tersedia berbagai makanan tradisional maupun kekinian yang harapannya dapat disukai oleh pengunjung.

Kemudian, sisa bambu dari pembuatan warung digunakan untuk membuat meja kursi. Uniknya, penataan tempat makan dan nongkrong ini berada di tengah aliran sungai yang arusnya tidak terlalu besar. Oleh para pemuda, lokasi ini diberi nama Kalje, yang merupakan kepanjangan dari Kali Jegles.

“Harapan kami nama itu lebih mudah dikenal, sehingga masyarakat akan merasa familiar dengan sebutan Kalje,” kata Nunung Tri Hanurani, pendamping Kalje.

Tanpa disangka-sangka, datang pengunjung dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri yang penasaran dengan tempat ini. Bahkan warga dari luar Kabupaten Kediri ini pun datang ke Kalje, seperti Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Jombang.

Lebih lanjut Nunung mengungkapkan, ide dan inisiatif pembangunan Kalje murni dari pemuda lingkungan setempat, tanpa ada campur tangan dari masyarakat luar. Sehingga penataan maupun isi dari lokasi wisata mempunyai ciri khas yang asri, tenang dan nyaman karena berada di tengah desa.

“Saya hanya memberikan masukan jika dimintai tolong oleh para pemuda, selebihnya saya lebih banyak melihat mereka berkarya,” terang Nunung.

Ide kreatif pemuda lingkungan Kalje terus berkembang. Untuk lebih memperindah lokasi, mereka membuat beberapa spot yang dapat digunakan untuk berswafoto. Diantaranya gazebo yang diletakkan di tengah sungai, ayunan bambu yang berada di sungai maupun di pinggir sungai serta beberapa hiasan dari bambu.

Sementara itu Nanik, pengunjung dari Desa Peh Wetan Kecamatan Papar mengaku terkejut mengetahui lokasi ini bisa dibuat tempat untuk bersantai dan menikmati alam desa.

“Saya sebelumnya tidak mengira jika di aliran sungai Jegles dapat dibentuk tempat yang menarik seperti ini. Selain lokasi yang tenang, banyak tersedia menu-menu tradisional sehingga harganya juga sangat terjangkau,” ucap Nanik. (Kominfo)