Pemkab Sumenep Beri Sanksi Tegas Bagi ASN Malas Kerja di Bulan Ramadhan

oleh -

Sumenep, ArahJatim.com – Bulan Ramadhan terkadang dijadikan alasan untuk bermalas-malasan, hal ini dikarenakan berhubungan dengan puasa yang dilakukan pada saat bulan suci tersebut. Namun hal ini tidak dapat dibenarkan, apalagi bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang harus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep telah mewanti-wanti ASN agar tidak bermalas-malasan ketika sedang bekerja, apalagi dengan beralasan karena bulan Ramadhan. Pihak BKPSDM berjanji akan menindak tegas para ASN yang kedapatan nakal.

“Pemkab Sumenep kan sudah keluarkan kebijakan pemangkasan pada jam kerja PNS/ASN di bulan Ramadhan. Jika masih nakal maka aka nada sanksi tegas,” ujar Kepala BKPSDM Sumenep, Abd Madjid seperti yang disampaikan kepada teliksandi.net, kamis (7/5/2020).

Madjid berharap para ASN di kota Sumenep agar lebih meningkatkan profesionalitas, performa, serta loyalitas meski memasuki bulan Ramadhan.

“Maka harus bekerja maksimal. Semata-mata untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.

Namun, Madjid enggan menjelasan rincian sanksi yang akan diterima oleh ASN nakal tersebut.

Baca JugaAnggota DPRD Sumenep Diduga Mempolitisasi Bantuan Kemanusiaan dari Pemprov Jatim

Senada dengan itu, Inpekstur Indpektorat Sumenep, Titik Suryati mengimbau kepada para ASN agar menjalankan tugas serta amanah dengan sungguh-sungguh agar tercipta suasana kondusif.

“Jika tidak, maka kami akan menindak tegas sesuai petunjuk dari bupati,” terangnya.

Yatik mengatakan, sesuai instruksi bupati, di bulan Ramadhan ASN tetap harus bekerja seperti biasanya, para ASN tidak boleh bermalas-malasan, mereka tetap harus bekerja secara maksimal. Karena bagaimanapun kinerja ASN tetap diawasi selama bulan Ramadhan, sebagaimana hari-hari biasa.

Pihak insperktorat menjelaskan bahwa nantinya akan ada variasi sanksi yang akan diterima oleh para ASN jika terbukti melakukan pelanggaran. Sanksi berat hingga saknsi ringan dipersiapkan bagi para ASN Kabupaten Sumenep.

“Sanksi ringan berupa peringatan, sedangkan sanksi berat jika terpaksa akan diberhentikan dari jabatannya sebagai ASN,” pungkasnya.