Sumenep, ArahJatim.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mengembangkan wisata, baik wisata alam maupun buatan untuk menyedot wisatawan.
Salah satunya adalah rencana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyulap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang ada di wilayah Kecamatan Batuan, menjadi eco wisata 2019.
Namun untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah harus menganggarkan dana yang tidak sedikit.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, DLH Sumenep, Agus Salam, mengatakan bahwa sesuai estimasi awal untuk menyulap TPA Sampah menjadi eco wisata itu dibutuhkan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar.
“Jika nanti sampai finishing saya kira masih butuh tambahan anggaran lagi,” papar Agus Salam saat ditemui ArahJatim.com di ruang kerjanya, Sabtu (11/5/2019).
Baca juga:
- Dinsos Sumenep: Dana Program RTLH Dicairkan Bulan Agustus Nanti.
- Sumenep Menunggu Realisasi Pembangunan Pusat Olahraga.
- Kursi PKB Di DPRD Sumenep Meningkat, Berikut Daftar Lengkap 50 Anggota DPRD.
Anggaran tersebut menurutnya, nantinya akan digunakan untuk pemagaran, dan pennyediaan tempat permainan yang lebih luas.
“Seperti Flying Fox dan jenis permainan lain yang bisa menarik minat masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung,” katanya.
Pemkab Sumenep tahun 2019 ini kata Agus Salam, telah menganggarkan dana sebesar Rp500 juta dari APBD tingkat dua. (jun)










