Kediri, ArahJatim.com – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kembali melakukan ekskavasi di Situs Tondowoso, Kecamatan Gurah. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk pengembangan kawasan cagar budaya menjadi destinasi wisata sejarah.
Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri, Eko Priyatno, menjelaskan ekskavasi kali ini bersifat pengupasan, bukan penggalian penyelamatan. Tujuannya untuk membuka kembali struktur utama candi dan menyiapkan pondasi cungkup pelindung agar situs lebih aman dan menarik bagi pengunjung.
“Situs Tondowoso ini sudah mulai diteliti sejak 2007 oleh tim dari Yogyakarta. Namun, karena berbagai kendala, termasuk pandemi, pengembangan baru bisa dilakukan tahun ini. Sekarang kita fokus menyiapkan kawasan agar bisa segera dikemas menjadi destinasi wisata budaya berbasis cagar budaya,” ujar Eko.
Sejarah Singkat Situs Tondowoso
Situs Tondowoso ditemukan pertama kali pada Desember 2006, kemudian ditindaklanjuti dengan penggalian arkeologi oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) pada 2007. Penelitian berlanjut hingga 2018 oleh tim dari Yogyakarta, dan pada 2020 kembali dikaji oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPCB) yang merupakan nama baru dari BP3.
Berdasarkan hasil uji radiokarbon, situs ini diperkirakan berasal dari masa Mataram Kuno, jauh sebelum berdirinya Kerajaan Kediri. Hal ini menjadikan Tondowoso salah satu peninggalan bersejarah penting di Jawa Timur.
Target Ekskavasi Tahun Ini
Ekskavasi yang dilakukan kali ini bertujuan menyiapkan cungkup pelindung agar struktur candi tidak rusak. Setelah itu, rencananya candi induk akan dikupas dan ditampakkan, sehingga pengunjung bisa melihat bentuk aslinya.
“Kita ingin situs ini tidak hanya jadi bahan penelitian, tapi juga dapat dinikmati masyarakat. Penelitian tetap berjalan, tapi paralel dengan pengembangan destinasi wisata,” jelas Eko.
Luas kawasan Situs Tondowoso mencapai 9.700 meter persegi dan masih menyimpan banyak misteri. Pemkab Kediri berharap dengan pengembangan ini, Tondowoso dapat menjadi ikon wisata sejarah yang menarik wisatawan sekaligus edukatif. (das)










