Tulungagung, Arahjatim.com – Masyarakat pendidikan Tulungagung, hari ini, Kamis,3/7/2025, semua tertuju di Kantor PGRI yang terletak di jl Raya Tulungagung popoh. Pasalnya, hajat besar telah digelar, yakni pemilihan ketua baru, untuk memimpin organisasi lima tahun kedepan, ( 2025-2030 ).
Muhadi, M.Pd, Kepala SDN Kampungdalem 1, Tulungagung, kembali dipercaya memimpin Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tulungagung untuk periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi kabupaten PGRI yang dihadiri hampir 96 persen dari total berkisar seribu anggota yang tergabung dalam 19 cabang.
Pelaksanan konkab PGRI kali ini, memang terasa beda, terbukti lebih kompak dalam pelaksanaan pemilihan ketua organisasi, karena lebih dari 96% anggotanya hadir.
Sebelumnya acara ini sempat diisukan ada pihak pihak yang pro dan kontra. Dalam menyikapi itu, organisasi kembali menjalankan regulasi , AD/ART secara konsekwen dan tegas. Sebagai organisasi profesi yang mandiri, PGRI akhirnya harus tetap menjalankan hajatnya , walau sempat ada kabar, ada pejabat yang meminta agar kegiatan Konkab PGRI ditunda. Bahkan selain itu juga berkembang Isyu, pihak pejabat tinggi wilayah, menginginkan memasang figur tertentu. Hal ini diduga ada balutan kepentingan politis .
Pada situasi pelaksanaan Konkab 2025,Pengamat sosial, sekaligus pimpinan salah satu LSM yang juga konsen dengan pendidikan , Setyo Nugroho, ketika bicara kepada media , menyatakan kalau oroma aroma kurang sedap memang mulai terendus.
” Ya kami mengetahui, bahkan menjadi saksi, ada pejabat tinggi yang datang ke kantor PGRI terang terangan meminta Konkab PGRI agar ditunda, dengan alasan atas petunjuk pimpinan dan salah satu tokoh Tulungagung, yang kini sudah menjadi anggota DPR pusat. Karena hal ini janggal, maka dilakukan cross cek atas petunjuk pejabat tersebut, dan hasilnya cuma jual nama, sampai melibatkan jabatan bupati “, ungkap Yoyok Gambir, panggilan akrap ketua Ketua (PKTP) Perkumpulan Komunitas Tulungagung Peduli,
Atas terpilihnya kembali pejabat lama untuk melanjutkan memimpin organisasi, Muhadi mengaku terimakasih, atas kepercayaan dan support anggota.
” Ini adalah agenda yang luar biasa, ini baru pertama kali terjadi dalam pemilihan ketua PGRI, bahkan antusias anggota dan pengurus partisipasinya melebihi agenda pemilihan di Jawatimur. Ini adalah bukti kekompakan dan soliditas. Kedepan alami akan terus menjalankan organisasi berdasar regulasi dan AD/ART “.
Agenda berjalan lancar, walau tidak ada satupun pejabat eksekutif kabupaten yang menghadiri agenda PGRI Tulungagung. Nampak dari TNI, dari PGRI Jatim, dan Ketua DPRD Tulungagung hadir dalam agenda itu. ( don1 )










