Kediri, ArahJatim.com — Hari Sabtu siang itu, 18 Juli 2026, matahari membakar Kabupaten Kediri dengan terik yang menyengat. Di saat sebagian besar warga memilih berteduh di dalam rumah, sirene armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare justru meraung membelah jalanan. Bagi para petugas penjinak api, hari itu menjadi ujian fisik dan mental yang luar biasa. Hanya dalam waktu kurang dari empat jam, mereka harus bertaruh nyawa menjinakkan amukan si jago merah di tiga lokasi berbeda secara berturut-turut.
Di bawah komando Bidang Pencegahan Kebakaran dan tanggung jawab Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, para personel ini membuktikan bahwa dedikasi melampaui rasa lelah.
1. Awan Hitam di Langit Kwagean: Lahan Tebu Sengaja Dikepung Api
Ketegangan bermula tepat pada pukul 13.40 WIB. Panggilan darurat masuk dari seorang warga bernama Ahmad Arai. Ia melaporkan bahwa lahan tebu di Dusun Kwagean, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, mulai dilalap api. Diduga kuat, kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi yang lepas kendali. Embusan angin kencang dengan cepat membawa percikan api ke tanaman tebu yang mengering.
Hanya butuh waktu tiga menit bagi Tim Damkar untuk bersiap dari pos, dan dalam sepuluh menit mereka sudah tiba di lokasi kejadian. Sebanyak 6 personel dikerahkan bersama 2 unit armada tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter (AG 8157 EP dan AG 8162 GP). Pertarungan melawan api di lahan tebu ini berlangsung sengit.
Beruntung, berkat ketangkasan petugas dan penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat, api berhasil diisolasi sebelum meluas ke perkebunan lain dan padam pada pukul 14.25 WIB. Kendati demikian, kerugian materiil akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp 20 juta.
2. Belum Sempat Menghela Napas, Rumpun Bambu Badas Mengancam
Peluh belum sempat mengering dan baju pemadam masih terasa panas, namun takdir berkata lain. Tepat pukul 14.20 WIB, sebuah laporan mendesak kembali masuk. Kali ini dari seorang warga bernama Izza di RT 01 RW 28, Dusun Bumirejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas. Polanya hampir sama: aktivitas warga yang sedang membakar sampah, lalu api dengan cepat merembet membakar rumpun bambu lebat di sebelahnya.
Sadar bahwa bambu kering sangat mudah meledak dan menyebarkan bara api ke pemukiman terdekat, Tim Damkar langsung bergerak cepat membagi kekuatan. Satu unit armada berkekuatan 3 personel (AG 8162 GP) langsung meluncur ke Badas setelah menuntaskan pemadaman pertama.
Medan yang cukup rapat dan riuh riak bambu yang terbakar sempat menyulitkan, namun dalam waktu 40 menit, amukan api berhasil diredam sepenuhnya pada pukul 15.05 WIB tanpa ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang berarti.
3. Puncak Ketegangan: Menyelamatkan Harta Ratusan Juta di Kayen Kidul
Ujian sesungguhnya bagi para ‘Petarung Nyawa’ ini terjadi menjelang sore. Pukul 14.47 WIB, saat tim kedua masih merapikan selang di Badas, panggilan darurat ketiga terdengar dari Dusun Maron, Desa Senden, Kecamatan Kayen Kidul. Sudi, seorang warga setempat, melaporkan dengan suara panik bahwa sebuah rumah warga terbakar hebat.
Bukan lagi lahan atau rumpun bambu, kali ini yang dipertaruhkan adalah tempat tinggal dan keselamatan jiwa manusia. Kebakaran diduga kuat berawal dari korsleting listrik yang menimbulkan percikan api, kemudian dengan cepat membakar sebagian bangunan rumah.
Satu unit armada tangki AG 8157 EP dengan 3 personel bergegas membelah jalanan menuju Kayen Kidul. Setibanya di lokasi pada pukul 15.00 WIB, sebagian atap rumah sudah mulai dimakan api. Dengan sisa stamina yang ada, personel Damkar beradu cepat dengan waktu untuk melokalisir perambatan ke bangunan di sekitarnya.
Upaya heroik ini membuahkan hasil luar biasa. Meski rumah mengalami kerusakan senilai Rp 50 juta, aksi sigap petugas berhasil menyelamatkan sisa bangunan dan aset berharga senilai Rp 150 juta di dalamnya. Api akhirnya dinyatakan padam total pada pukul 16.10 WIB.
Evaluasi dan Imbauan Tegas Satpol PP Kediri
Dari ketiga insiden maraton yang terjadi sejak siang hingga sore hari tersebut, Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengonfirmasi bahwa seluruh operasi berjalan sukses, taktis, dan aman.
”Semua tindakan dilakukan sesuai SOP demi keselamatan masyarakat luas. Kami bersyukur, dari ketiga lokasi kejadian, korban luka ringan, luka berat, maupun meninggal dunia semuanya nihil,” tegas Kaleb dalam laporan resminya.
Namun, rentetan peristiwa dalam satu hari ini menjadi alarm keras bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kediri. Pihak Satpol PP melalui Bidang Pencegahan Kebakaran mengimbau dengan sangat agar warga menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan tanpa pengawasan, terutama di area yang dekat dengan bahan mudah terbakar.
Kelalaian kecil seperti meninggalkan bekas bakaran sampah atau membiarkan instalasi listrik yang rapuh bisa berdampak fatal. Damkar Kabupaten Kediri mengingatkan bahwa kesiapsiagaan terbaik dimulai dari kewaspadaan di lingkungan rumah kita sendiri.











