Pelabuhan Ketapang Makin Macet Oleh Kendaraan Truk Pengangkut Sembako

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Uji coba sistem pemesanan tiket masuk kapal secara online di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi sejak tanggal 1 Maret lalu, arus lalu lintas di depan pintu masuk ASDP Ketapang, mengalami kemacetan. Tingginya volume kendaraan truk pengangkut sembako, membuat antrean kendaraan mengular ke jalan raya penghubung Banyuwangi – Situbondo, pada Selasa (7/4/2020) malam.

Antrean kendaraan di depan pelabuhan ini dikarenakan banyak sopir belum mengetahui adanya pemesanan tiket kapal di loket pelabuhan harus dilakukan secara online. Akibatnya para sopir terpaksa harus melakukan instal aplikasi pembayaran melalui android terlebih dahulu agar bisa melakukan pemesanan tiket secara online.

Baca Juga :

Sebagai pengguna baru, para sopir juga harus melakukan pendaftaran dan mengisi data diri sesuai kartu identitas agar terdata sebagai manifes penumpang kapal. Bagi para sopir, cara pemesanan secara online dirasa malah membingungkan. Jika biasanya tidak perlu mengantre masuk pelabuhan, dengan adanya uji coba ini para sopir  butuh waktu lama untuk bisa masuk ke dalam pelabuhan.

“Malah ribet saya kira, harus instal dulu, isi data diri terus memesan tiket. Yang gagap teknologi ya terpaksa minta bantuan ke operator untuk instal. Enak bayar seperti biasa, bisa langsung masuk ke pelabuhan. Pesan online begini malah bikin macet. Untung ini lagi musim corona, jadi antrean hanya sedikit. Kalau normal pasti tambah parah macetnya,” ujar Heru, salah satu sopir truk sembako.

Sejumlah sopir juga mengeluh dengan adanya pembayaran tiket online. Sebab mereka harus menggunakan handphone android. Padahal tidak semua sopir truk memiliki handphone android yang bisa diinstal aplikasi pemesanan tiket online.

“Kita enggak tau ada uji coba seperti ini. Jadi waktu sampai di depan loket teman saya bingung ternyata pesan tiket harus online lewat HP andorid. Karena kawan saya masih pakai HP jadul, dia bingung, kasian,” kata Asrori, sopir lainnya.

Seperti diketahui, uji coba ini akan berlangsung satu bulan lamanya sekaligus sebagai sosialisasi kepada pengguna jasa pelayaran di Selat Bali. Per tanggal 1 Mei 2020 mendatang, pihak pelabuhan ASDP Ketapang sudah tidak lagi melayani penjualan tiket secara langsung lantaran penerapan pemesanan tiket akan sepenuhnya dilakukan secara online melalui aplikasi android. (ful)