Pamekasan Siap Usulkan Musik Daol Menjadi Warisan Budaya Tak Benda 2026 di Rangkain Hari Jadi Yang Ke – 459

oleh -
oleh

Pamekasan, Arahjatim.com – Dalam Rangkaian Hari jadi Kabupaten Pamekasan yang ke 459, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Pamekasan mengadakan Festival Musik Daol se- Kabupaten Pamekasan yang bertempat di Monumen Arek Lancor Pamekasan. Rabu(29/10/2025) malam.

Kegiatan ini adalah tonggak penting dalam melestarikan budaya lokal dan ajang pengenalan seni budaya, sekaligus penguatan jati diri kabupaten Pamekasan sebagai pusat kreativitas seni Madura.

Kepala Disdikbud Pamekasan, Mohammad Alwi, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian wujud komitmen pemerintah dalam menjaga dan mengembangkan kesenian tradisional Madura, khususnya musik daul yang telah mengakar kuat di masyarakat Pamekasan.

pasang iklan_rev3

“Festival musik daol ini adalah bagian penting untuk persiapan kami, untuk mengusulkan Musik Daul sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia pada tahun 2026,”tegasnya.

“Pihak Disdikbud Pamekasan telah sukses mengantarkan Tari Ronding dan Wayang Kulit menjadi warisan budaya tak benda oleh kementerian Kebudayaan RI pada 10 Oktober 2025, pada tahun depan juga akan mengusulkan Musik Daul Pamekasan, Batik Jurig, Kulkul, dan Musik Kepluk sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional dan semoga berjalan dengan lancar”,pungkasnya.

Festival ini diikuti peserta dari Kecamatan Pamekasan, Proppo, Palengaan, dan Pademawu, serta didukung oleh berbagai pihak.

Sementara, Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, secara resmi membuka festival musik daol dan menyampaikan apresiasi besar kepada para pelaku seni dan seluruh panitia.

“Musik daul adalah identitas kita. Jadi tidak hanya tampil saat perlombaan saja tetapi harus hadir dalam memberikan hiburan rakyat di berbagai kegiatan masyarakat untuk mendukung perputaran ekonomi di suatu daerah”, ucapnya.

“Musik daul ini adalah hasil transformasi seni musik tong-tong, yang dahulu digunakan sebagai iringan ronda saat Madura masih gelap di era 1980-an sebelum listrik menyala penuh serta kesenian ini harus tetap kita lestarikan untuk bagian dari seni budaya tradisional kepada anak cucu kita kelak”, terangnya

“Semoga festival ini tidak hanya menjadi pelestarian budaya, tetapi juga penggerak perekonomian masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM yang berada di sekitar lokasi hiburan musik daol dan terus kita jaga bersama kelestarian seni budaya Kabupaten Pamekasan. Terus hadiri bersama semua rangkaian kegiatan hari jadi Kabupaten Pamekasan yang ke 459 ini,agar menjadi sebuah hiburan gratis kepada semua masyarakat,imbuhnya. (Ndra).

No More Posts Available.

No more pages to load.