Kediri, ArahJatim.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri baru saja menggelar acara tahunan Temu Responden dan Outlook Perekonomian 2026 di Graha Lila Semesta, Kota Kediri. Acara ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pelaku usaha, mitra liaison, dan responden survei yang selama ini berkontribusi dalam penyediaan data dan informasi penting bagi Bank Indonesia.
Kepala Perwakilan BI Kediri, Yayat Cadarajat, membuka acara dengan paparan optimis mengenai ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global.
“Perekonomian nasional sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia solid, ditopang oleh belanja pemerintah, konsumsi rumah tangga, serta investasi, dengan inflasi yang tetap terjaga di 2,72% (yoy), sesuai target 2,5% \pm 1\%,” tegas Yayat Cadarajat dalam sambutannya.
Jawa Timur: Konsumsi dan Investasi Jadi Motor Utama
Sejalan dengan kondisi nasional, kinerja regional Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi yang lebih impresif, mencapai 5,22% (yoy) pada triwulan III 2025—lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional. Konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi motor penggerak utama, ditopang oleh kontribusi sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi.
Kinerja ekonomi di wilayah kerja BI Kediri juga tercatat positif pada 2025. Indikator survei BI, seperti Survei Konsumen, Survei Pedagang Eceran, dan Survei Kegiatan Dunia Usaha, menunjukkan peningkatan optimisme dan penguatan aktivitas usaha. Di sisi sistem keuangan, intermediasi perbankan tumbuh positif, didorong oleh kenaikan signifikan pada kredit investasi yang mencapai 28,58%. Digitalisasi pembayaran juga semakin kuat dengan perluasan penggunaan QRIS.
Proyeksi Cerah 2026 dan Kunci Sinergi
Menatap tahun depan, BI Kediri memprakirakan kinerja ekonomi Jawa Timur pada 2026 akan tetap terjaga pada kisaran 4,8-5,6% (yoy). Inflasi juga diperkirakan tetap berada dalam rentang sasaran, didukung oleh peningkatan keyakinan konsumen, perbaikan ekspor, akselerasi investasi, dan stimulus pemerintah.
Bank Indonesia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Fokus utama kolaborasi meliputi penguatan investasi daerah, pengembangan industri dan UMKM, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, penguatan ekosistem keuangan daerah, serta optimalisasi peran TPID dalam pengendalian inflasi.
Acara turut menghadirkan pembicara inspiratif Merry Riana dengan materi “Mindful for Business: Kunci Inovasi dan Kreativitas” untuk memperkaya perspektif pelaku usaha di era digital.
Apresiasi Mitra Terbaik Kontributor Data
Sebagai penutup, Bank Indonesia Kediri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mitra yang telah berkontribusi dalam penyediaan data. Penghargaan Responden Terbaik diberikan kepada:
- PT Industri Kereta Api (INKA) sebagai Mitra Liaison Industri Pengolahan Terbaik.
- CV Mulia Group sebagai Mitra Liaison Pertanian Terbaik.
- CV Morodadi Sejahtera sebagai Mitra Liaison Perdagangan, Hotel, dan Restoran Terbaik.
- PT Globalindo Furniture sebagai Mitra Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Terbaik.
- CV Adi Wahana sebagai Mitra Survei Penjualan Eceran (SPE) Terbaik.
- UD Sulis Jaya sebagai Mitra Survei PIHPS Terbaik.
- UD Yuyun sebagai Mitra Survei Pemantauan Harga (SPH) Terbaik.
Bank Indonesia berharap kerja sama yang kuat ini dapat terus terjalin guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkesinambungan, dan berdaya saing. (das)







