BI Kediri Paparkan Kondisi Ekonomi Terkini

oleh
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Bank Indonesia (BI) Kediri menggelar kegiatan Ngopi Nda (Ngomongke Inpo Terkini dengan Media) di Hall Lantai 5 Kantor Perwakilan BI Kediri, Jalan Brawijaya No. 2, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara BI dan insan media untuk memaparkan perkembangan ekonomi global, nasional, dan regional.

Tarif Perdagangan Global Masih Jadi Tantangan

Kepala Perwakilan BI Kediri, Yayat Cadarajat, mengungkapkan adanya dinamika kebijakan perdagangan global yang berpotensi memengaruhi ekonomi Indonesia. Ia menyinggung isu tarif impor yang sempat turun dari 32 persen menjadi 19 persen, namun masih berisiko kembali naik akibat belum tercapainya kesepakatan dagang tertentu yang dinilai dapat membatasi kedaulatan Indonesia.

pasang iklan_rev3

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tetap di Atas 5 Persen

Di tengah tantangan tersebut, Yayat menegaskan pertumbuhan ekonomi nasional masih tergolong kuat. Hingga tiga triwulan 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten berada di atas 5 persen dan diproyeksikan tetap terjaga hingga akhir tahun 2025.

Inflasi Nasional Masih Dalam Target

Dari sisi harga, inflasi nasional dinilai masih terkendali. Saat ini inflasi berada di kisaran 2,7 persen, masih sesuai target Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus satu persen. Tekanan inflasi terutama berasal dari komoditas pangan, namun belum menunjukkan lonjakan signifikan.

Jawa Timur Lampaui Pertumbuhan Nasional

Secara regional, Jawa Timur menunjukkan kinerja ekonomi yang lebih baik dibanding nasional. Pada triwulan III 2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,22 persen, melampaui pertumbuhan nasional sebesar 5,04 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi.

Investasi Jadi Penopang Utama Jawa Timur

Yayat menjelaskan, investasi di Jawa Timur tumbuh sekitar 7 persen dan menjadi faktor penarik utama pertumbuhan ekonomi, di tengah konsumsi rumah tangga yang relatif melambat. Jawa Timur juga menjadi kontributor ekonomi terbesar kedua nasional setelah DKI Jakarta.

Industri Pengolahan dan Mamin Masih Dominan

Sektor industri pengolahan di Jawa Timur tumbuh di atas 6 persen, dengan industri makanan dan minuman sebagai penopang utama. Kuatnya sektor ini didukung oleh sentra pertanian dan peternakan di wilayah Mataraman.

Wilayah Kediri Masih Perlu Dorongan

Untuk wilayah kerja BI Kediri, pertumbuhan ekonomi masih berada di bawah rata-rata Jawa Timur. Salah satu faktor penekan adalah melemahnya kinerja industri pengolahan tembakau di Kota Kediri, yang berpengaruh signifikan terhadap struktur PDRB daerah.

Pertumbuhan Kredit Masih Terbatas

Dari sisi perbankan, pertumbuhan kredit hingga triwulan III 2025 tercatat sebesar 3,19 persen. Perlambatan ini dipengaruhi oleh meningkatnya kehati-hatian perbankan pasca berakhirnya restrukturisasi kredit dan meningkatnya risiko kredit, khususnya di segmen UMKM.

Kredit Investasi Mulai Menunjukkan Pemulihan

Meski demikian, BI mencatat adanya perbaikan pada kredit investasi yang mulai tumbuh sejak pertengahan tahun. Kondisi ini diharapkan dapat mendorong ekspansi usaha dan pertumbuhan ekonomi pada tahun-tahun mendatang.

Optimisme Konsumen Jadi Faktor Kunci

Survei Bank Indonesia menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan cenderung membaik. Optimisme ini dinilai penting karena mendorong konsumsi dan keberanian dunia usaha untuk melakukan ekspansi.

Digitalisasi Dorong Efisiensi Ekonomi

Yayat menegaskan, digitalisasi sistem pembayaran terus menjadi fokus BI. Peningkatan transaksi non-tunai dinilai mampu mendorong efisiensi ekonomi, meningkatkan transparansi, serta mempermudah UMKM dalam mengakses pembiayaan perbankan.

Strategi BI Dorong Pertumbuhan Daerah

Ke depan, BI Kediri akan mendorong penguatan investasi daerah, hilirisasi produk pertanian, penguatan UMKM, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, serta optimalisasi elektronifikasi pendapatan daerah sebagai strategi menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.