​Ngabubucin: Cara Kreatif Mahasiswa FIKOM Universitas Ciputra Surabaya Sambut Buka Puasa lewat Film

oleh -
oleh

Surabaya, ArahJatim.com – Menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit biasanya diisi dengan berburu takjil. Namun, mahasiswa Semester 4 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Ciputra (UC) Surabaya punya cara yang lebih sinematik. Pada Rabu (11/03/2026), mereka menggelar Ngabubucin (Ngabuburit Cinema Screening), sebuah ajang pemutaran film sekaligus diskusi santai bagi para sineas muda.

​Kegiatan yang berlangsung di Marvell City Mall ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan bagian dari rangkaian roadshow menuju perhelatan bergengsi Ciputra Film Festival (CFF) ke-5.

​Kolaborasi Lintas Kampus dan Komunitas

​Acara ini menjadi bukti nyata kuatnya jejaring kreatif di Surabaya. Mahasiswa UC menggandeng komunitas film DJFM dan KOFIEKOM dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk menciptakan ruang diskusi yang inklusif.

pasang iklan_rev3

​Dukungan penuh juga datang dari sektor industri, seperti Marvell City Mall dan Midtown Hotel Surabaya, yang memberikan fasilitas bagi para mahasiswa untuk memamerkan karya dan gagasan mereka.

​”Kegiatan ini menghadirkan suasana santai namun tetap produktif. Kami ingin mahasiswa memiliki wadah untuk berbagi pandangan mengenai proses kreatif di balik layar,” ujar salah satu panitia penyelenggara.

​Tingkatkan Awareness Menuju Ciputra Film Festival 2026

​Tujuan utama dari Ngabubucin adalah memperkuat brand awareness terhadap Ciputra Film Festival (CFF) 2026. Sebagai salah satu festival film mahasiswa yang diperhitungkan, CFF terus berupaya memperluas koneksi dengan pegiat kreatif di Jawa Timur.

​Melalui screening ini, para sineas muda diajak untuk saling berjejaring (networking) dan bertukar pikiran mengenai tantangan industri perfilman di masa depan. Momentum ini dianggap krusial untuk menjaga ekosistem kreatif tetap hidup di tengah kesibukan akademik.

​Harapan untuk Sineas Muda Surabaya

​Apresiasi positif datang dari perwakilan mahasiswa KOFIEKOM UNESA, Yumna. Menurutnya, kolaborasi semacam ini sangat penting untuk memecah sekat antar komunitas film di Surabaya.

​”Ke depannya, semoga roadshow seperti ini bisa melibatkan lebih banyak komunitas lagi agar bisa lebih banyak berbagi. Kami juga berharap Ciputra Film Festival 2026 kembali sukses dan terstruktur seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Yumna.

​Dengan adanya program seperti CFF Net dan kolaborasi lintas kampus, iklim perfilman di Surabaya diharapkan terus tumbuh secara kolektif. Kegiatan Ngabubucin membuktikan bahwa produktivitas tidak harus berhenti saat menjalankan ibadah puasa; justru menjadi pemantik semangat baru bagi para kreator visual. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.