Modus Bantuan Program/ Proyek ” Seorang Pejabat Desa, Diduga Terlibat “

oleh -
oleh

Tulungagung, ArahJatim.com – Beberapa tokoh masyarakat di beberapa desa wilayah kecamatan Rejotangan, mulai menebarkan informasi, bahwa dirinya bersama beberapa tokoh masyarakat lainya mengaku tertipu  puluhan juta rupiah. Dugaan penipuan itu dilakukan oleh IZ.yang kebetulan juga sesama tokoh desa.

 Hal ini bermula dari janji seorang tokoh desa tersebut, yang berjanji akan mengusahakan program untuk  bisa didapat, sejenis proyek desa.

“Katanya ada proyek dari Propinsi, namanya program yang banyak manfaatnya bagi masyarakat,  maka kami menyatakan minat,dan itu terjadi sudah  dua tahun silam, yakni tahun 2020 dan sampai sekarang 2023, tidak ada realisasinya”, kata KB, yang juga tokoh masyarakat dari tetangga desa dengan IZ. Rabu ,27/9/2023, kepada media ini.

pasang iklan_rev3

Ditambahkan sumber, status dirinya juga sebagai tokoh desa, dan mengaku merasa tertarik, karena program yang ada dinilai sangat menguntungkan warganya. Dengan alasan ini, dirinya bersama para tokoh lain, lalu berusaha ingin mendapatkannya .  Selain itu, yang menawari program proyek itu juga sesama tokoh terpandang, dan mengaku dekat dengan pejabat baik propinsi maupun pusat.

Janji untuk mengembalikan uang yang sudah terlanjur dibayarkan, pada tahun 2020 lalu, rupanya hanya omong kosong. Pengembalian uang bernilai masing-masing belasan juta rupiah, tiap satu korban,  yang dijanjikan  tidak pernah dilakukan.

Dari hasil pembicaraan, pelaku dan pengusaha berinisial H, menjelaskan jika proposal yang diajukan akan cair, jika para user ini membayar di awal sebesar masing-masing 5 juta rupiah.

Hari berganti bulan, dan kemudian berganti tahun, janji manis, baik oleh pelaku, yang ternyata punya jabatan di desa dan H, rekan IZ, tidak ada kabarnya. Beberapa korban pernah menanyakan terkait nasib uang yang sudah disetorkan. Kemudian, mendapatkan jawaban, bahwa uang itu akan dikembalikan sesuai yang dibayarkan pada masing-masing korban.

Sementara, menutur SK, salah seorang tokoh desa lainya, merasa geram dengan ketidak seriusan pada janji pelaku. Nantinya bila tidak ada realisasi seperti diharapkan, dirinya dan beberapa tokoh lain, akan mengarahkan kejalur hukum, karena merasa tertipu.

Sementara pelaku IZ, yang juga salah seorang perangkat di wilayah Rejotangan tersebut, mengaku dalam pembicaraan tilpon, dirinya sebenarnya juga termasuk sebagai korban,  pada kasus kemudahan mendapatkan proyek yang kini masih belum tahu penyelesaianya. (dni)

No More Posts Available.

No more pages to load.