Dunia Industri Minta Tenaga Spesialis, UC Surabaya Tak Mau Jalan di Tempat
Surabaya, ArahJatim.com — Dunia industri bergerak semakin cepat. Kebutuhan tenaga kerja pun tak lagi berhenti pada lulusan yang sekadar mengantongi ijazah. Keahlian spesifik, pengalaman nyata dan kemampuan menembus pasar global kini menjadi tuntutan.
Universitas Ciputra (UC) Surabaya membaca perubahan itu. Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Media (Fikom) UC langsung tancap gas dengan membuka dua peminatan baru: Global Marketing Communications (GMC) dan International Relations and Communications (IRC).
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi UC untuk mendekatkan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Rektor UC, Prof. Wirawan Endro Dwi Radianto, mengatakan perkembangan teknologi dan media sosial membuat batas komunikasi antarnegara semakin tipis.
Kondisi itu, menurut dia, membuka peluang besar bagi mahasiswa yang ingin membangun karier di tingkat internasional.
“International Relation dan Communication itu untuk mewadahi teman-teman yang pengen berkiprah di luar negeri. Karena dengan medsos ini kan tidak ada batas ya,” ungkap Wirawan, Jumat (25/9/2026).
Namun UC tak ingin mahasiswa hanya menjadi penonton perubahan. Mereka didorong terjun langsung ke dunia industri, mengerjakan proyek nyata dan membangun pengalaman sebelum menyelesaikan kuliah.
Targetnya jelas: mahasiswa tidak menunggu pekerjaan setelah wisuda, tetapi sudah memiliki jalan menuju dunia kerja sejak masih berstatus mahasiswa.
“Anak-anak kami sudah cukup banyak yang get hired before graduation,” tegas Wirawan.
Artinya, sejumlah mahasiswa UC telah mendapatkan pekerjaan sebelum resmi lulus atau diwisuda. Pengalaman magang di lingkungan Grup Ciputra juga menjadi salah satu pintu bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja secara langsung.
Bukan Sekadar Tambah Jurusan, Industri yang Meminta
Dekan Fikom UC Surabaya, Dr. Cosmas Gatot Haryono, mengungkap alasan di balik pembukaan dua peminatan tersebut.
Menurutnya, Fikom tidak ingin membuka program baru hanya karena mengikuti tren. Keputusan tersebut diambil setelah melihat perubahan pasar kerja dan berdiskusi dengan para pemangku kepentingan industri.
Hasilnya, ada kebutuhan yang semakin jelas terhadap tenaga komunikasi dengan kemampuan spesifik.
“Kita sudah melihat perkembangan pasar, dimana dunia industri itu membutuhkan posisi-posisi baru untuk dunia kerja yang sebelumnya belum tersiapkan oleh dunia pendidikan,” kata Cosmas.
Salah satu kebutuhan yang disebut cukup tinggi adalah Marketing Communication.
Selama ini, kompetensi komunikasi pemasaran banyak dilekatkan dengan Public Relations. Namun perkembangan bisnis membuat perusahaan membutuhkan tenaga yang benar-benar memahami komunikasi pemasaran secara lebih spesifik.
“Marketing Communication saat ini sedang diminati. Kebutuhan secara spesifik itu sangat tinggi. Dan celakanya di semua industri pendidikan belum ada jurusan Marketing Communication,” jelas Cosmas.
Dari kebutuhan itulah peminatan Global Marketing Communications dilahirkan.
IRC Bidik Mereka yang Ingin Menembus Dunia Internasional
Sementara itu, International Relations and Communications (IRC) diarahkan untuk mahasiswa yang ingin memiliki kompetensi komunikasi dan diplomasi dalam lingkungan internasional.
Peminatan ini memiliki kemiripan dengan Hubungan Internasional, tetapi dengan porsi ekonomi yang lebih kecil. Fokus utamanya berada pada kemampuan komunikasi internasional dan diplomasi.
Di tengah komunikasi digital yang tidak lagi mengenal batas negara, kemampuan tersebut dinilai semakin relevan bagi generasi muda yang ingin membangun karier lintas negara.
Dua peminatan baru ini sekaligus melengkapi dua peminatan Fikom UC yang sudah berjalan sebelumnya, yakni Digital Public Relations serta Cinematography and Digital Content.
Baru Digeber, 28 Calon Mahasiswa Sudah Masuk
Fikom UC Surabaya tidak langsung membuka kuota besar. Untuk penerimaan mahasiswa tahun 2027, masing-masing peminatan baru dibatasi 40 kursi.
Meski baru diperkenalkan, respons calon mahasiswa sudah mulai terlihat.
Saat peluncuran pada Jumat (25/9/2026), tercatat 28 calon mahasiswa telah resmi mendaftar.
Angka tersebut menjadi gambaran awal bahwa kebutuhan terhadap bidang komunikasi yang lebih spesifik mulai mendapat perhatian.
Melalui GMC dan IRC, Fikom UC Surabaya mencoba memotong jarak antara bangku kuliah dan dunia kerja.
Bukan hanya mengejar gelar. Mahasiswa diarahkan memiliki kompetensi, pengalaman dan jejaring industri yang bisa menjadi modal ketika benar-benar memasuki pertarungan di dunia kerja. (das)










