Jakarta, ArahJatim.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 1.086 barang tertinggal di layanan LRT Jabodebek sepanjang April 2026.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 6,5 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 1.020 barang. Peningkatan ini sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan.
Dari total temuan pada April, sebanyak 474 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya, sementara sisanya masih dalam proses penyimpanan dan verifikasi. Pada periode Maret, tercatat 385 barang telah dikembalikan, sedangkan 635 lainnya masih diamankan oleh petugas.
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa tingginya angka barang tertinggal menjadi pengingat bagi pengguna untuk lebih waspada terhadap barang bawaan.
“Dalam kondisi mobilitas yang tinggi, potensi kelalaian meningkat. Sebagian besar barang yang tertinggal merupakan barang penting,” ujarnya.
Jenis barang yang tertinggal didominasi kebutuhan harian seperti kartu uang elektronik, kartu identitas, tas, dan dompet. Selain itu, terdapat pula barang bernilai tinggi seperti ponsel dan laptop.
Seluruh barang tertinggal ditangani melalui prosedur standar, mulai dari pencatatan, pengamanan, hingga verifikasi kepemilikan. Proses ini didukung oleh sistem pengawasan CCTV serta koordinasi antarpetugas di stasiun dan dalam perjalanan kereta.
Pengguna yang kehilangan barang dapat melapor melalui petugas di stasiun maupun kereta, Contact Center 121, email cs@kai.id, atau melalui media sosial resmi KAI121.
KAI mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan barang bawaan sebelum turun dari kereta, terutama saat jam sibuk atau saat berpindah moda transportasi.
Ke depan, LRT Jabodebek akan terus meningkatkan kualitas layanan penanganan barang tertinggal serta memperkuat edukasi kepada pengguna guna menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan.












