Minim Penumpang, Penerbangan Di Bandara Trunojoyo Sumenep Ditunda

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/46907048355_bdaaf44347_b.jpg
Jika calon penumpang kurang dari 10 orang, maskapai pasti menunda penerbangan, karena khawatir rugi. (Foto: arahjatim.com/jun)

Sumenep, ArahJatim.com – Penerbangan dari Bandara Trunojoyo Sumenep menuju Bandara Juanda Surabaya dan sebaliknya dua hari terakhir ini terpaksa harus dibatalkan. Hal ini akibat minimnya jumlah penumpang di jalur tersebut.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Indra Triantono mengatakan, minimnya jumlah penumpang di Bandara Trunojoyo menuju Juanda Surabaya dan sebaliknya menjadi alasan penerbangan di jalur tersebut dilakukan penundaan.

Minimnya jumlah penumpang bisa dilihat dari sedikitnya calon penumpang dalam sehari yang berkisar antara lima hingga enam orang. Dengan jumlah penumpang yang kurang memadai tersebut dipastikan akan merugikan maskapai jika dipaksakan berangkat. Makanya, dilakukan penundaan penerbangan.

pasang iklan_rev3

“Calon penumpang hanya lima orang, sehingga pada hari Senin dan Selasa (6-7/5) lalu, penerbangan ditunda,” kata Indra Triantono, Sabtu (11/5).

Baca juga:

Menurutnya, pesawat Wings Air baru dijadwalkan terbang kembali dari Surabaya ke Sumenep dan sebaliknya pada Rabu (8/5). Pada saat itu, pesawat berkapasitas 72 penumpang itu membawa penumpang sebanyak 25 orang dan begitu pula sebaliknya.

“Kalau calon penumpang di bawah 10 orang, maskapai pasti menunda penerbangan, karena khawatir rugi,” ucapnya.

Dengan demikian, lanjutnya, hingga saat ini, pihaknya mengaku belum ada persiapan penambahan jadwal penerbangan di jalur Sumenep-Surabaya dan sebaliknya menghadapi arus mudik lebaran. Karena faktanya jumlah penumpang bukan semakin bertambah, tapi justeru semakin menurun.

“Sejak tiga bulan terakhir ini penumpang justeru semakin sedikit. Makanya kami belum menyiapkan adanya penambahan jadwal,” terangnya.

Ia menambahkan, faktor rendahnya jumlah penumpang salah satunya adalah akibat diberlakukannya aturan bagasi berbayar. Sebab, masyarakat Sumenep masih menginginkan adanya bagasi gratis. Namun meski gratis, masyarakat tetap menginginkan tingkat keselamatan tetap diperhatikan.

“Ke depan kami pasti melakukan inovasi-inovasi agar penumpang tetap berminat memanfaatkan alat transportasi udara menjadi pilihannya,” tukasnya. (jun)

No More Posts Available.

No more pages to load.