Meriahnya TPS Unik Bernuansa Barong Using Di Banyuwangi

oleh -
Disamping untuk memperkenalkan kesenian Barong Using Kemiren, pemakaian kostum unik oleh anggota KPPS ini juga untuk menarik perhatian masyarakat agar mau datang ke TPS untuk mencoblos, sehingga angka golput bisa diminimalisir. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Ada yang berbeda di tempat pemungutan suara (TPS) 06 di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada pelaksanaan pemilihan umum serentak, Rabu (17/4/2019) pagi. Seluruh anggota kelompok penyelenggara pemungutan (KPPS) memakai kostum layaknya para pemain kesenian Barong suku Using, Banyuwangi.

Bahkan, petugas Linmas yang berjaga di pintu keluar masuk TPS juga ikut menggunakan kostum salah satu tokoh kesenian Barong Using, yakni pitik-pitikan. Bangunan TPS pun juga disulap layaknya sebuah panggung kesenian Barong Using. Mulai dari dekorasi, janur melengkung, hingga Barong Using asli juga ditampilkan di dalam TPS.

Selain untuk memeriahkan pemilu, didirikannya TPS unik tersebut juga untuk menarik perhatian masyarakat mau datang ke TPS untuk mencoblos, agar angka golput di pemilu 2019 ini bisa diminimalisir.

“Ini kami lakukan semata-mata untuk menarik perhatian warga khususnya di TPS 06 agar berbondong-bondong datang untuk menyalurkan hak pilihnya. Selain untuk mengenalkan Barong Using Kemiren juga untuk menekan angka golput,” ucap Ketua KPPS, Mega Ayu Imamawati.

Rupanya upaya tersebut mendapat perhatian khusus dari warga setempat. Sejak coblosan dibuka pukul 08.00 pagi tadi hingga siang ini, jumlah pemilih yang mendatangi TPS hampir mencapai angka 90 persen dari 256 pemilih.

Dengan mengenakan kostum pitik-pitikan, petugas Linmas yang berjaga di pintu keluar masuk TPS mengawasi pemilih yang mencelupkan jarinya ke tinta. (Foto: arahjatim.com/ful)

“Awalnya tadi saya mau golput, tapi setelah melihat TPS nya unik nuansa Barong Using saya jadi tertarik mencoblos. TPS ini benar-benar unik. Tetangga saya juga akhirnya banyak yang datang ke TPS sejak pagi,” kata Supri, salah seorang warga setempat.

Selain untuk mencoblos, mereka juga ingin melihat keunikan TPS yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Rencananya, pakaian unik yang dikenakan para petugas KPPS tersebut akan dipakai hingga penghitungan suara selesai. (ful)