Proses Coblosan Di TPS 25 Desa Genteng, Banyuwangi Dihentikan, Kenapa?

oleh -
Inilah surat suara yang tertukar yang semestinya bukan untuk para pemilih di TPS 25 Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Proses pemungutan suara di TPS 25 Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi terpaksa dihentikan oleh Panwascam setempat. Penghentian terpaksa dilakukan akibat adanya surat suara warna hijau untuk DPRD kabupaten/kota yang tertukar.

Menurut Komisioner Divisi SDM Bawaslu Banyuwangi, Hasyim Wahid, yang mendatangi lokasi TPS 25, penghentian dilakukan agar kesalahan tidak semakin meluas. TPS 25 di Desa Genteng Kulon yang semestinya masuk daerah pemilihan (Dapil) 5, tapi mendapat kiriman surat suara untuk dapil 1.

“Surat suara yang keliru hanya lembar coblosan DPRD kabupaten/kota. Mestinya Desa Genteng Kulon masuk Daerah Pemilihan 5. Tapi surat suaranya yang dikirim di TPS 25 justru dari Daerah Pemilihan 1,” terang Hasyim saat ditemuai di TPS.

Baca juga:

Menurutnya, kekeliruan terungkap setelah salah seorang warga bertanya kepada PPS karena caleg yang hendak dicoblos namanya tidak ada. Setelah dicek ternyata surat suara rersebut tertulis untuk Daerah Pemilihan 1.

“Surat suara DPRD kabupaten/kota di TPS 25 Desa Genteng Kulon sempat tercoblos 20 lembar. Akhirnya anggota kita dari Panwascam Genteng mengambil sikap untuk menghentikan sementara,” jelasnya.

Meskipun proses pemungutan suara sempat dihentikan sementara, namun saat ini situasi di TPS 25 relatif kondusif. Warga yang sebelumnya menunggu lama, sudah dapat mencoblos kembali caleg dari dapil 5 setelah surat suara yang tertukar diganti dengan surat suara cadangan dari TPS lain.

Petugas Panwasacam duduk di TPS 25 mendampingi Komisioner Bawaslu (tengah). (Foto: arahjatim.com/ful)

Selain di TPS 25, dua TPS lain di Desa Genteng Kulon juga mengalami hal serupa. Yakni di TPS 33 dan 31. Surat suara tertukar juga terjadi di TPS 18 Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Namun hingga berita ini dilaporkan belum ada petugas dari Bawaslu yang datang untuk memeriksa.

Sementara itu, tokoh muda Desa Genteng Kulon, Iqbal Baraas, menyayangkan adanya kekeliruan surat suara di desanya. Apalagi kasusnya terjadi di beberapa lokasi.

“Kekacauan ini mestinya tidak terjadi. Seumpama salah di satu TPS (saja) masih kita maklumi, lha ini sampai tiga TPS,” ujarnya. (ful)