Meriah! HUT ke-79 Bhayangkara di Tulungagung Dimeriahkan Aksi Polisi Cilik hingga Polwan Bermoge

oleh -
oleh

Tulungagung, Arahjatim.com — Suasana halaman Pemkab Tulungagung tampak meriah pada Selasa pagi (1/7), saat jajaran Polres Tulungagung menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara. Upacara ini tak hanya diikuti oleh keluarga besar kepolisian, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat sebagai wujud kebersamaan dan sinergi.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres Tulungagung AKBP M. Taat Resdianto memimpin jalannya kegiatan yang berlangsung khidmat. Menariknya, pemimpin upacara kali ini adalah seorang polisi wanita (Polwan), menambah kesan istimewa pada peringatan HUT Bhayangkara tahun ini.

Setelah rangkaian upacara resmi, perhatian peserta dan tamu undangan tertuju pada dua atraksi yang memeriahkan acara. Pertama adalah penampilan Polisi Cilik dan Tari Nusantara yang dibawakan oleh siswa-siswi sekolah dasar binaan Satlantas Polres Tulungagung. Gerakan yang lincah dan kompak memukau seluruh hadirin.

pasang iklan_rev3

Tak kalah memikat, atraksi kedua menghadirkan aksi Polwan yang mengendarai motor taktis (rantis) dan moge (motor gede). Aksi ini disambut sorak sorai penonton dan menjadi salah satu momen paling ditunggu dalam perayaan tersebut.

Dalam sambutannya, Kapolres membacakan amanat dari Kapolda Jawa Timur yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu menjaga situasi kondusif di Tulungagung. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam pelayanan yang diberikan kepolisian kepada masyarakat.

“Polri berkomitmen untuk terus mengabdi dengan tema besar Polri untuk Masyarakat. Kami terbuka terhadap evaluasi dan masukan positif demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Kapolres.

AKBP Taat juga menekankan pentingnya sinergi positif antara Polri, TNI, dan masyarakat dalam menjaga keamanan. Salah satu bukti nyata sinergi tersebut adalah keberhasilan pengamanan ritual pencak silat di Tulungagung yang berlangsung kondusif, meski masih ada sedikit riak yang harus menjadi perhatian bersama.

“Kondusifitas bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi tanggung jawab seluruh warga Tulungagung. Dengan kebersamaan, kita bisa wujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya. (don1)

No More Posts Available.

No more pages to load.