Menuju Swasembada, Mentan Amran: Kita Bisa Hemat Rp45 Triliun!

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Suara Menteri Pertanian RI Dr. H. Andi Amran Sulaiman menggema lantang di tengah ribuan petani tebu yang berkumpul di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (15/7/2025). Di hadapan lebih dari 5.000 petani, Mentan mengungkap fakta mengejutkan: sebanyak 212 merek beras diduga dioplos, dan praktik curang itu merugikan masyarakat hingga Rp99 triliun per tahun.

“Sudah 26 merek kami periksa secara maraton. Kami juga sudah menyurati Kapolri, berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Satgas Pangan. Negara tak boleh diam saat rakyat dizalimi,” tegas Amran.

Harga Beras Mulai Turun, Kualitas Membaik

pasang iklan_rev3

Amran membawa kabar baik: di sejumlah daerah, harga beras sudah turun sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan kualitasnya pun mulai membaik.

“Alhamdulillah, laporan dari lapangan menunjukkan harga sudah sesuai HET dan mutu beras kembali sesuai standar. Ini bukti negara hadir,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar para pengusaha beras tidak semena-mena kepada petani maupun 287 juta rakyat Indonesia yang menggantungkan hidup pada ketahanan pangan.

Mimpi Swasembada, Nyata di Depan Mata

Amran juga menyampaikan capaian luar biasa: dalam enam bulan pemerintahan Presiden Prabowo, Indonesia mencatat stok beras tertinggi dalam sejarah, mencapai 4,2 juta ton. Capaian ini bahkan diakui oleh FAO, badan pangan dunia.

“Kita ingin Indonesia swasembada total dalam 3–4 tahun ke depan. Kalau itu tercapai, kita bisa hemat devisa Rp45 triliun. Dan yang paling penting: bangsa ini berdiri di kaki sendiri,” kata Amran dengan nada penuh harap.

Kalau Pangan Bermasalah, Negara pun Bermasalah

Menteri Amran mengajak seluruh elemen bangsa, pemerintah, swasta, petani, hingga masyarakat umum untuk bersatu membangun ketahanan pangan nasional.

“Sektor pangan, terutama beras, adalah penentu tertinggi inflasi. Kalau sektor ini bermasalah, maka negara pun akan ikut goyah. Mari kita jaga bangsa ini bersama-sama,” pungkasnya. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.